Disporabudpar Sampang Dorong Pembinaan Atlet melalui KONI
- 09 Sep 2026 06:09 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang tetap memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet muda, meski kewenangan pembinaan teknis lebih banyak berada di KONI dan masing-masing cabang olahraga. Dukungan dinas diarahkan melalui fasilitasi kegiatan, penyediaan sarana olahraga, hingga pengembangan potensi atlet pelajar.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Sampang, Isma Ulfa, mengatakan pembinaan atlet tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah daerah. KONI bersama cabang olahraga memiliki struktur pembinaan dan penjaringan atlet yang menjadi bagian penting dalam mencetak atlet berprestasi di Kabupaten Sampang.
“Kalau di Sampang untuk pembinaan, perannya lebih banyak di KONI daripada di Dispora saat ini,” ujar Isma, Selasa, 8 September 2026.
Meski demikian, Disporabudpar tetap memberikan support sesuai kapasitas anggaran dan kewenangannya. Menurut Isma, dukungan anggaran olahraga juga diberikan melalui hibah kepada KONI.
"Dari total anggaran olahraga prestasi yang diketahui sekitar Rp1,37 miliar, sekitar Rp1 miliar dialokasikan melalui KONI dan sekitar Rp300 juta untuk PSSI serta ASKAB," katanya.
Sementara anggaran yang dikelola langsung Disporabudpar sekitar Rp79 juta hingga Rp80 juta. Anggaran tersebut salah satunya disiapkan untuk mendukung Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun ini. Keterbatasan anggaran membuat dukungan dinas lebih diarahkan pada kegiatan dan fasilitas yang dapat menunjang proses pembinaan atlet.
“Di luar itu mau pembinaan bagaimana, kan nggak bisa,” ujar Isma,
Ia menjelaskan keterbatasan anggaran yang dimiliki Disporabudpar untuk pembinaan olahraga prestasi secara langsung.
Salah satu bentuk dukungan nyata diberikan melalui pemanfaatan fasilitas olahraga.
Disporabudpar membuka sejumlah sarana olahraga secara gratis bagi kepentingan pembinaan atlet.
"Atlet badminton dapat menggunakan gedung olahraga badminton, sedangkan atlet tenis dapat memanfaatkan lapangan tenis untuk latihan," ucapnya.
Pemanfaatan fasilitas tersebut tetap harus dikoordinasikan dengan Disporabudpar agar jadwal penggunaan tidak berbenturan. Kebijakan fasilitas gratis ditujukan khusus untuk kepentingan pembinaan atlet, bukan untuk klub komersial yang menggunakan sarana olahraga dalam kegiatan berbayar. Perawatan fasilitas tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
"Selain fasilitas, Disporabudpar juga berupaya memperkuat pencarian bibit atlet sejak tingkat sekolah. Dinas berencana mengusulkan kembali pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar (POR) SD pada tahun depan. Kegiatan tersebut sebelumnya menjadi salah satu sarana untuk menjaring potensi atlet dari sekolah-sekolah di Sampang,"ujarnya.
POR SD sempat menjadi ajang pencarian bibit atlet sebelum pandemi COVID-19. Namun, setelah pandemi hingga tahun ini, kegiatan tersebut belum kembali digelar. Disporabudpar masih menunggu persetujuan anggaran daerah untuk merealisasikan kembali kegiatan yang dinilai dapat mendukung proses penjaringan atlet muda tersebut.
"Dengan dukungan fasilitas, kegiatan olahraga pelajar, dan fasilitasi program, Disporabudpar menegaskan komitmennya tetap berada dalam ekosistem pembinaan atlet Sampang. Sementara pembinaan teknis, penjaringan, dan pengembangan prestasi atlet menjadi bagian yang dijalankan KONI serta masing-masing cabang olahraga sesuai struktur pembinaannya," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....