Disporabudpar Sampang Ungkap Keterbatasan Anggaran untuk Pembinaan Atlet
- 09 Sep 2026 05:55 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk pembinaan olahraga prestasi. Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) mengakui porsi pembinaan lebih banyak berada di KONI melalui belanja hibah. Kondisi tersebut membuat peran Disporabudpar lebih dominan sebagai pendukung kegiatan dan penyedia fasilitas olahraga bagi atlet muda di daerah.
“Untuk pembinaan secara umum itu ada di KONI,” kata Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Sampang, Isma Ulfa, Selasa, 8 September 2028.
Menurutnya, meski memiliki bidang olahraga, Disporabudpar tidak memegang anggaran besar untuk pembinaan prestasi. Anggaran olahraga lebih banyak dialokasikan melalui KONI, sedangkan dinas mengelola porsi terbatas.
Isma menjelaskan, anggaran olahraga prestasi yang tersedia di bidangnya sekitar Rp1,37 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1 miliar berada di KONI dan sekitar Rp300 juta untuk PSSI serta ASKAB. Sementara anggaran yang dikelola langsung Disporabudpar disebut hanya sekitar Rp79 juta hingga Rp80 juta.
“Yang kami kelola sendiri itu hanya sekitar Rp79 jutaan, Rp80 jutaan nggak sampai,” ujar Isma.
Anggaran tersebut, lanjut dia, antara lain digunakan untuk mendukung keikutsertaan Sampang dalam POPDA. Ajang pelajar itu dinilai penting karena menjadi ruang tampil bagi atlet muda potensial dari berbagai cabang secara langsung.
Meski terbatas, Disporabudpar tidak sepenuhnya lepas tangan. Dinas tetap membuka akses sarana olahraga untuk mendukung pembinaan. Fasilitas badminton dan lapangan tenis dapat digunakan atlet muda secara gratis, dengan syarat berkomunikasi terlebih dahulu untuk pengaturan jadwal pemakaian fasilitas agar tertib di Kabupaten Sampang.
Selain pembinaan, Disporabudpar juga menangani perawatan sarana olahraga. Isma menyebut anggaran perawatan berada di dinas dan terpisah dari anggaran olahraga prestasi yang relatif kecil.
"Kondisi itu menunjukkan pembinaan atlet membutuhkan kolaborasi lintas lembaga, terutama ketika penjaringan dan pembinaan prestasi banyak ditangani KONI secara berkelanjutan,"terangnya.
Disporabudpar juga berencana menghidupkan kembali Pekan Olahraga Pelajar tingkat SD atau POR SD.
"Kegiatan tersebut terakhir berlangsung sebelum pandemi COVID-19. Isma mengatakan pihaknya akan mengusulkan anggaran untuk tahun depan. Jika disetujui, POR SD diharapkan menjadi ajang penjaringan bibit atlet dari sekolah-sekolah sejak dini," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....