Kunci Menjaga Keteguhan Hati di tengah Dinamika Kehidupan
- 01 Sep 2026 20:15 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Hati manusia sangat mudah berubah, terutama ketika menghadapi kecewa dan rasa tidak dihargai yang dapat mengikis niat murni.
- Keikhlasan harus dilatih dan dibiasakan di berbagai sektor kehidupan, mulai dari profesi harian seperti mengajar, bertani, dan berniaga hingga dalam pelayanan aparatur negara.
- Hadis shahih riwayat Bukhari dan Muslim menekankan bahwa setiap amal perbuatan dinilai berdasarkan niatnya, sehingga niat yang ikhlas adalah fondasi utama kebaikan.
RRI.CO.ID, Sampang - Menjaga hati agar tetap konsisten dalam kebaikan membutuhkan pemahaman dan langkah-langkah praktis. Ustadz Alif Ahallana Mawalid, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Omben menekankan bahwa hati manusia sangat mudah berubah. Kecewa dan rasa tidak dihargai sering kali menjadi ujian kecil yang berpotensi mengikis niat murni di dalam dada.
Pentingnya menjaga niat ini ditekankan melalui pijakan hadis shahih riwayat Bukhari dan Muslim tentang amalan yang dinilai dari niatnya. Keikhlasan harus dilatih di berbagai sektor kehidupan, baik saat menjalankan profesi harian seperti mengajar, bertani, berniaga, maupun sewaktu mengabdi sebagai aparatur negara.
“Setiap pekerjaan hendaknya diniatkan murni sebagai bentuk ibadah sebagaimana tuntunan Al-Quran,” ucapnya, Selasa, 1 September 2026.
Ikhlas juga bukan berarti menyerah pasrah pada keadaan tanpa upaya. Ketika hasil usaha tidak sesuai ekspektasi, keikhlasan diuji melalui rasa lapang dada untuk menerima kenyataan pahit. Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 216 mengingatkan bahwa apa yang dibenci manusia bisa jadi menyimpan kebaikan, dan Allah mengetahui apa yang tidak diketahui oleh hamba-Nya.
Guna memastikan keikhlasan tetap bertahan, Ustadz Alif membagikan tiga strategi utama yang dipraktikkan Rasulullah SAW. Langkah pertama adalah menyembunyikan amal kebaikan seperti ibarat tangan kanan memberi tanpa diketahui tangan kiri.
“Langkah kedua fokus pada penataan kebersihan niat di dalam hati, sebab Allah tidak menilai rupa maupun kekayaan materi seseorang,” lanjutnya.
Langkah ketiga yang tidak kalah penting adalah merutinkan doa memohon keteguhan hati kepada Allah sang pembolak-balik hati. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, seseorang akan terlatih menghadapi dinamika hidup melalui tindakan sederhana, mulai dari senyuman yang tulus, bekerja dengan jujur, hingga berprasangka baik atas semua ketetapan takdir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....