Data Judi Online KPM PKH Sampang Diduga Hasil Penyalahgunaan Akun

  • 27 Agt 2026 08:57 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Data transaksi judi online pada akun KPM PKH di Sampang tidak membuktikan KPM sebagai pelaku, melainkan indikasi penyalahgunaan akun oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.
  • Ketua Tim Koordinator PKH Kabupaten Sampang, Moh Hakim, menyatakan bahwa temuan ini terungkap setelah pendamping lapangan melakukan klarifikasi dan verifikasi langsung kepada para KPM yang terindikasi.
  • Jajaran pendamping lapangan menemukan indikasi kuat bahwa sejumlah akun milik KPM telah disalahgunakan, menunjukkan perlunya perlindungan data dan edukasi keamanan digital bagi penerima manfaat program sosial.

RRI.CO.ID, Sampang - Data transaksi yang terindikasi judi online tidak serta-merta membuktikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Sampang sebagai pelaku. Jajaran pendamping lapangan menemukan indikasi kuat bahwa sejumlah akun milik KPM disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ketua Tim Koordinator PKH Kabupaten Sampang, Moh Hakim, menjelaskan bahwa temuan tersebut terungkap setelah pihak pendamping melakukan klarifikasi dan verifikasi langsung kepada para KPM yang namanya masuk dalam daftar indikasi.

"Banyak yang sudah kami jumpai. Ternyata akun itu digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, bukan digunakan oleh KPM atau keluarga KPM," ujar Hakim, Kamis 27 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, salah satu modus utama yang ditemukan di lapangan adalah penggunaan akun dompet digital seperti Dana milik KPM untuk keperluan top up oleh pihak lain. Karena akun tersebut terdaftar atas nama KPM.

“Riwayat transaksi otomatis tercatat menggunakan identitas penerima bantuan sehingga memicu sistem mencatatnya sebagai aktivitas mencurigakan,” ucapnya.

Selain keterlibatan pihak luar, indikasi juga dapat terpicu oleh aktivitas anggota keluarga yang tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK). Hakim mencontohkan adanya anak dari KPM yang bekerja di luar daerah, seperti menjadi penjaga Warung Madura di Jakarta maupun kota besar lainnya, yang turut memengaruhi pemadanan data tersebut.

“Melihat kondisi ini, proses verifikasi tidak dilakukan secara gegabah dengan langsung menuding sang pemilik bantuan,” ujaranya.

Tim pendamping bertugas memeriksa keterkaitan antara pemilik identitas, seluruh anggota keluarga dalam satu KK, hingga riwayat aktivitas transaksi yang menjadi dasar munculnya indikasi.

"Kalau memang anaknya yang melakukan atau ada anggota keluarga yang melakukan, itu juga harus dipastikan. Kami tidak bisa langsung menyimpulkan hanya dari data yang masuk," tegas Hakim dengan mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....