Luas Tanam Tembakau di Sampang Meningkat

  • 24 Agt 2026 14:27 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang — Luas tanam tembakau di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melonjak tajam pada musim tanam 2026. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang mencatat luas areal tembakau kini telah mencapai lebih dari 13 ribu hektare, jauh di atas kondisi tahun sebelumnya.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang, Nurdin, mengatakan peningkatan luas tanam tersebut dipengaruhi kondisi musim kemarau yang lebih panjang dan kering. Situasi itu membuat petani kembali memilih tembakau sebagai komoditas yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan dan ketersediaan air.

"Terus terang sekarang ini luasannya meledak. Lebih dari 13 ribu sekarang," kata Nurdin, Senin, 24 Agustus 2026.

Kondisi tersebut berbeda dengan 2025 ketika luas tanam tembakau mengalami penurunan tajam. Pada 2024, luas tanam tembakau Sampang masih mendekati 9 ribu hektare, sedangkan pada 2025 turun menjadi sekitar 4.500 hektare.

Menurut Nurdin, penurunan pada 2025 dipengaruhi fenomena kemarau basah yang membuat hujan masih terjadi. Kondisi tersebut menyebabkan petani harus melakukan penanaman berulang kali, sehingga biaya produksi membengkak dan sebagian petani mengalami keterbatasan modal.

"Karena 2025 kemarin hujan, kemarau basah. Mereka tanam sampai tiga sampai empat kali sehingga putus asa dan kehabisan modal," ujarnya.

Memasuki 2026, kondisi cuaca berubah. Musim kemarau yang lebih panjang membuat petani yang sebelumnya tidak menanam tembakau kembali menggarap lahannya untuk komoditas tersebut. Kondisi itu turut mendorong lonjakan luas tanam hingga lebih dari 13 ribu hektare.

"Yang tadinya tidak tanam, sekarang tanam. Makanya sampai 13 ribu lebih," kata Nurdin.

Nurdin menjelaskan, secara normal luas tanam tembakau di Sampang berada di kisaran 8 ribu hektare setiap tahun. Lonjakan pada 2026 menunjukkan tembakau masih menjadi salah satu pilihan utama petani, terutama ketika keterbatasan air membuat penanaman padi dan jagung tidak mudah dilakukan pada musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....