Shalawat Asyghil Menggema di LPI Nurul Jadid Sumenep

  • 21 Agt 2026 16:39 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Acara diselenggarakan oleh LPI Nurul Jadid bersama MWCNU Ganding dengan lantunan shalawat Asyghil dan doa bersama sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
  • LPI Nurul Jadid di Desa Billapora Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis malam, 20 Agustus 2026.
  • Kegiatan tersebut menggabungkan peringatan Maulid Nabi Muhammad dengan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

RRI.CO.ID, Sumenep - Lantunan Shalawat Asyghil menggema di halaman Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Nurul Jadid, Desa Billapora Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Kamis malam, 20 Agustus 2026.

Shalawat dan doa bersama tersebut menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar LPI Nurul Jadid bersama MWCNU Ganding.

Mengusung tema “Berkah Shalawat, Gema Merdeka”, kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Keluarga besar LPI Nurul Jadid, MWCNU Ganding, serta masyarakat sekitar turut mengikuti rangkaian acara.

Pembacaan Shalawat Asyghil dilakukan sebagai ikhtiar bersama untuk mendoakan keselamatan bangsa. Para peserta memanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, keamanan, persatuan, dan keberkahan.

Pengasuh LPI Nurul Jadid, K.H. Agus Riyadi, mengatakan peringatan Maulid Nabi dan HUT Kemerdekaan memiliki nilai yang dapat dipertemukan, yakni rasa syukur dan semangat menjaga persatuan.

“Maulid Nabi mengajarkan kita meneladani akhlak Rasulullah SAW, sementara kemerdekaan mengajarkan kita menghargai perjuangan para pendahulu,” ujarnya.

Menurutnya, kedua momentum tersebut harus diisi dengan kegiatan positif, termasuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.

Ia menambahkan, pembacaan Shalawat Asyghil dan doa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial. Namun, menjadi bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi bangsa Indonesia.

“Semoga bangsa Indonesia senantiasa dalam lindungan Allah SWT, diberikan keamanan, dijauhkan dari perpecahan, serta diberikan keberkahan dan kemajuan,” katanya.

Sementara itu, Rois Syuriah MWCNU Ganding, K. Hafidz, menegaskan bahwa semangat keagamaan dan kebangsaan dapat berjalan beriringan.

“Dari shalawat untuk keberkahan, dari kemerdekaan untuk persatuan,” dawuh K. Hafidz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....