Puluhan Desa di Sampang Terdampak Kekeringan, Pemkab Belum Distribusi Bantuan

  • 18 Agt 2026 17:03 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang — Rencana dropping air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, belum terealisasi hingga pertengahan Agustus 2026. BPBD Sampang kini menargetkan distribusi baru dimulai pada akhir Agustus.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang Fajar Arif Taufikurrahman mengatakan penyaluran air masih dalam tahap persiapan teknis. BPBD harus menyusun jadwal dan rute pengiriman karena wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan.

"Untuk pelaksanaan Agustus, kita mengatur jadwal. Rencananya akhir Agustus ini," kata Fajar.

Sebanyak 12 dari 14 kecamatan di Sampang masuk kategori kering kritis. BPBD mencatat terdapat 78 desa yang menjadi prioritas distribusi air bersih. Kondisi ini membuat kebutuhan penyaluran jauh lebih besar dibanding kemampuan armada yang tersedia.

Saat ini BPBD Sampang hanya memiliki dua armada tangki air. Satu armada lainnya berasal dari PDAM. Dengan demikian, pemerintah baru memiliki tiga tangki untuk mendukung distribusi ke puluhan desa terdampak.

"Untuk sementara ada tiga tangki," ujar Fajar.

Fajar mengakui jumlah armada tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. BPBD mempertimbangkan penggunaan jasa tangki lokal untuk memperluas jangkauan distribusi. Pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp75 juta untuk penanganan kekeringan.

Namun, anggaran dan armada yang terbatas membuat dropping air harus dilakukan secara bertahap. BPBD juga mengajukan bantuan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur untuk menambah dukungan penanganan kekeringan di Sampang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....