Budayawan Kritik Pelaksanaan Upacara HUT RI di Sampang
- 17 Agt 2026 18:15 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Budayawan Sampang R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo menyoroti bahwa upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Sampang belum melibatkan masyarakat secara menyeluruh.
- Peserta upacara kemerdekaan di Sampang masih didominasi oleh pelajar, aparatur sipil negara (ASN), dan pejabat pemerintahan saja.
- Bustomi menekankan bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan seluruh rakyat, sehingga masyarakat dari berbagai unsur harus mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam upacara.
RRI.CO.ID, Sampang — Pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sampang dinilai belum sepenuhnya melibatkan masyarakat. Budayawan Sampang, R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, menyoroti peserta upacara yang menurutnya masih didominasi pelajar, aparatur sipil negara atau ASN, dan pejabat pemerintahan.
Bustomi mengatakan kondisi tersebut membuat upacara kemerdekaan terkesan hanya menjadi agenda kelompok tertentu. Padahal, menurut dia, kemerdekaan merupakan hasil perjuangan seluruh rakyat sehingga masyarakat dari berbagai unsur semestinya mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam upacara.
“Upacara kemerdekaan seharusnya menjadi milik seluruh masyarakat. Jangan sampai hanya pelajar, ASN, dan pejabat yang menjadi peserta. Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, tokoh adat, dan warga umum juga perlu dilibatkan,” kata Bustomi, Senin 17 Agustus 2026.
Ia membandingkan pelaksanaan upacara kemerdekaan saat ini dengan kondisi pada era 1960-an. Menurut Bustomi, pada masa itu berbagai unsur masyarakat diwajibkan mengikuti upacara sehingga suasana nasionalisme dan kebersamaan lebih terasa.
“Dulu hampir seluruh unsur masyarakat dilibatkan dalam upacara kemerdekaan. Semangat kebangsaan lebih terasa karena masyarakat dari berbagai latar belakang hadir bersama. Ini yang menurut saya perlu dihidupkan kembali,” ujarnya.
Bustomi menilai keterlibatan masyarakat dalam upacara bukan sekadar persoalan jumlah peserta. Menurut dia, kehadiran warga secara langsung dapat menjadi bagian dari pendidikan nasionalisme sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap bangsa dan negara.
Sementara itu, Maulana Malik, warga Kota Sampang, berharap pemerintah membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat dalam pelaksanaan upacara kemerdekaan. Ia menilai warga tidak semestinya hanya menjadi penonton dalam peringatan hari kemerdekaan.
“Kalau masyarakat ikut dilibatkan, suasana kemerdekaan akan lebih terasa. Jangan hanya kalangan tertentu yang hadir. Warga dari berbagai lapisan juga ingin ikut memperingati dan merasakan langsung momentum kemerdekaan,” kata Maulana.
Menurut Maulana, keterlibatan masyarakat dalam upacara dapat memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan. Ia berharap peringatan HUT RI di Sampang ke depan tidak hanya bersifat formal, tetapi benar-benar menjadi momentum yang mempertemukan seluruh elemen masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....