DPMD Sampang Ungkap Penyebab Sejumlah BUMDes Belum Produktif

  • 14 Agt 2026 05:11 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan sebagian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah tersebut belum beroperasi secara optimal. Meski demikian, kondisi itu tidak serta-merta menunjukkan adanya penyimpangan dalam pengelolaan usaha desa.

Kepala DPMD Sampang, Yudhi Adidarta Karma, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan monitoring terhadap sampel BUMDes di sejumlah kecamatan. Monitoring belum dapat menjangkau seluruh desa karena keterbatasan personel dan anggaran yang dimiliki dinas.

"Monitoring sudah kami lakukan, tetapi memang belum semua desa karena keterbatasan staf dan anggaran. Kami mengambil sampel sekitar tiga sampai empat desa di setiap kecamatan," kata Yudhi, Kamis 14 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan, DPMD menemukan beberapa penyebab BUMDes belum produktif. Di antaranya, unit usaha peternakan ayam petelur yang kandangnya telah selesai dibangun, tetapi ayam belum dikirim karena masih menunggu antrean dari pemasok. Ada pula BUMDes yang telah menerima ayam, namun belum memperoleh hasil karena ternak belum memasuki usia produktif.

Selain itu, DPMD juga menemukan unit usaha penggemukan sapi dan kambing yang sempat menjadi sorotan masyarakat. Menurut Yudhi, sebagian pengelola menjual ternak saat harga pasar sedang tinggi sehingga memperoleh keuntungan, tetapi belum membeli kembali karena masih menunggu harga turun.

"Kalau dilihat saat monitoring memang tidak ada sapinya, tetapi berdasarkan informasi yang kami terima, ternaknya sudah dijual ketika harga naik sehingga sudah memperoleh keuntungan. Mereka masih menunggu harga kembali normal untuk membeli lagi," ujarnya.

Yudhi menegaskan DPMD tidak memiliki kewenangan melakukan intervensi langsung terhadap pengelolaan BUMDes. Peran dinas hanya sebatas pembinaan kelembagaan dan monitoring. Apabila ditemukan dugaan pelanggaran, hasil monitoring akan disampaikan kepada Inspektorat untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.

"Kami tidak bisa masuk mengatur pengelolaan BUMDes. Tugas kami melakukan pembinaan dan monitoring. Kalau ada temuan, kami serahkan kepada Inspektorat untuk proses lebih lanjut," ucapnya.

Meski masih ditemukan sejumlah kendala, Yudhi memastikan banyak BUMDes di Kabupaten Sampang yang tetap berjalan dengan baik. Menurutnya, penilaian terhadap produktivitas BUMDes harus dilakukan secara menyeluruh dengan melihat tahapan usaha, proses pengadaan, serta kondisi usaha di lapangan, bukan hanya berdasarkan hasil monitoring sesaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....