Dosen Unira Dorong Pengendalian Hama Tanaman secara Biologis
- 13 Agt 2026 10:32 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID,Sampang- Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas tanaman pangan dan hortikultura di wilayah Madura secara berkelanjutan.
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Madura sekaligus Ketua Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-PPAH) Se-Madura, Moh. Zali mengatakan bahwa ketergantungan petani terhadap pestisida kimia harus segera dikurangi.
Menurutnya, pendekatan PHT yang memadukan metode hayati, teknis, dan mekanis jauh lebih efektif guna melindungi ekosistem pertanian dari kerusakan jangka panjang.
"Komoditas pangan seperti padi dan jagung, serta tanaman hortikultura seperti cabai dan bawang merah di Madura sangat rentan terhadap serangan hama musiman maka dari itu FK-PPAH Se-Madura terus mendorong para petani untuk memanfaatkan agen pengendali hayati, seperti musuh alami dan pestisida nabati lokal, untuk menekan populasi organisme pengganggu tumbuhan (OPT)," ujarnya saat dialog interaktif pada program Indonesia Cerdas RRI Sampang, Rabu,12 Agustus 2026.
Menurutnya, strategi ini terbukti mampu menjaga kualitas hasil panen sekaligus menekan biaya produksi yang sering membengkak akibat pembelian bahan kimia sintetis.Selain aspek lingkungan, edukasi yang konsisten dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan transisi petani menuju pertanian berkelanjutan. Melalui jaringan PPAH di seluruh wilayah Madura, program pemberdayaan pertanian terpadu terus digalakkan untuk meningkatkan pemahaman teknis para kelompok tani secara langsung di lapangan.
Dirinya juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas SDM tani ini krusial agar petani tidak hanya menjadi objek pasar pestisida kimia, melainkan mampu mandiri dalam mengelola kesehatan lahan mandiri.
Sebagai langkah strategis ke depan, dia mengharapkan adanya sinergi yang lebih kuat antara akademisi, komunitas petani swadaya, dan pemerintah daerah setempat. Kolaborasi ini penting untuk memperluas percontohan lahan PHT dan mempercepat distribusi teknologi pertanian berbasis kearifan lokal di Madura. Dengan kesadaran bersama, optimalisasi sektor pangan dan hortikultura yang sehat, aman konsumsi, serta ramah lingkungan dapat terwujud secara merata di Pulau Garam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....