Petani Tembakau Sumenep Mulai Panen
- 08 Agt 2026 16:08 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sumenep— Sejumlah petani tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, mulai memasuki masa panen. Namun hingga awal Agustus 2026, gudang tembakau berskala besar belum terlihat membuka pembelian hasil panen petani.
Kondisi tersebut membuat sebagian petani mengandalkan pedagang rumahan dan pedagang bandrol yang mulai berkeliling mencari tembakau untuk memenuhi kebutuhan stok. Aktivitas pembelian dilakukan secara terbatas di tingkat petani.
Samsuri, petani tembakau di Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, mengatakan sebagian tanaman tembakaunya sudah mulai dipanen. Menurut dia, harga tembakau rajangan kering saat ini bervariasi berdasarkan posisi daun dan kualitas.
"Untuk daun bawah harganya di bawah Rp50 ribu. Daun atas tuntas Rp60 ribu sampai Rp70 ribu. Ada pula yang Rp50 ribu sampai Rp60 ribu untuk kelas di bawahnya," kata Samsuri, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut Samsuri, belum bukanya gudang besar membuat pasar tembakau petani belum bergerak maksimal. Saat ini, pedagang rumahan dan pedagang bandrol menjadi pihak yang mulai aktif mencari tembakau dengan mendatangi sentra-sentra produksi.
Selain persoalan pasar, Samsuri mengatakan kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir turut menjadi ancaman bagi kualitas tembakau. Cuaca mendung membuat proses pengeringan daun tembakau menjadi lebih lama dan berisiko menurunkan kualitas.
"Beberapa hari sering mendung sangat berpengaruh pada tembakau yang masih dijemur. Kalau sampai hujan, berpengaruh pada tembak tua di lahan," ujarnya.
Samsuri berharap harga tembakau tetap stabil seperti tahun sebelumnya dan cuaca mendukung proses panen hingga pengeringan. Ia berharap petani tidak kembali menghadapi tekanan harga ketika gudang-gudang besar mulai melakukan pembelian.
"Semoga harga tetap stabil seperti tahun sebelumnya dan cuaca mendukung petani," kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....