Harga Garam Sampang Anjlok, Hanya Rp30 Ribu per Sak
- 04 Agt 2026 15:58 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Harga garam rakyat kualitas KW 1 di tingkat petani anjlok hingga Rp40 ribu per sak berisi 70 kilogram pada musim panen 2026.
- Setelah dikurangi biaya angkutan, petani Sampang hanya membawa pulang sekitar Rp30 ribu per sak, menunjukkan margin keuntungan yang sangat tipis.
- Kondisi ini menunjukkan petani garam Kabupaten Sampang kembali terpukul pada musim panen ini dengan harga yang tidak menguntungkan.
SAMPANG, RRI.CO.ID – Petani garam di Kabupaten Sampang kembali terpukul pada musim panen 2026. Harga garam rakyat kualitas KW 1 di tingkat petani anjlok hingga Rp40 ribu per sak berisi 70 kilogram. Setelah dipotong ongkos angkut, petani hanya membawa pulang sekitar Rp30 ribu per sak.
Mohdi, petani garam asal Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, mengatakan rendahnya harga membuat keuntungan petani semakin tergerus. Bahkan, hasil penjualan dinilai belum mampu menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan selama musim pembuatan garam.
"Harga garam sekarang Rp40 ribu per sak isi 70 kilogram untuk kualitas KW 1. Itu masih dipotong ongkos transportasi Rp10 ribu per sak, jadi yang kami terima tinggal Rp30 ribu," kata Mohdi, Selasa 04 Agustus 2026.
Mohdi yang mengelola tambak garam seluas satu hektare mengaku kondisi tersebut membuat petani berada dalam posisi sulit. Menurutnya, biaya produksi, perawatan tambak, hingga tenaga kerja tidak sebanding dengan harga jual yang diterima.
Ia meminta pemerintah segera turun tangan melalui kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga garam rakyat. Menurutnya, tanpa intervensi pemerintah, kesejahteraan petani garam akan terus menurun setiap musim panen.
"Kalau harga seperti ini terus, petani sulit mendapatkan keuntungan. Kami berharap ada perhatian pemerintah supaya harga garam bisa naik," ujarnya.
Rendahnya harga garam menjadi persoalan yang terus berulang di sentra-sentra produksi garam Kabupaten Sampang. Selain dipengaruhi mekanisme pasar, petani juga harus menanggung biaya distribusi yang semakin memangkas pendapatan mereka.
"Selain dipengaruhi kondisi pasar, petani juga harus menanggung biaya distribusi yang semakin mengurangi pendapatan mereka," tutup Mohdi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....