Lestarikan Cerita Rakyat, MIN Sampang Unjuk Gigi di Lomba Bertutur
- 04 Agt 2026 10:32 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sampang menyelenggarakan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI pada 4 Agustus 2026 sebagai upaya pelestarian budaya lokal.
- Peserta lomba adalah siswa-siswi SD/MI dari berbagai sekolah dan madrasah di Kabupaten Sampang yang menampilkan kemampuan bertutur dan cerita rakyat daerah.
- Kegiatan literasi ini dirancang untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya daerah melalui cerita rakyat yang menjadi warisan budaya masyarakat setempat.
RRI.CO.ID, Sampang - Upaya mengenalkan dan melestarikan kekayaan budaya lokal terus dilakukan melalui berbagai kegiatan literasi. Salah satunya melalui Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Sampang yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sampang (Dispusip) pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Dispusip Sampang tersebut diikuti oleh siswa-siswi jenjang SD/MI dari berbagai sekolah dan madrasah di Kabupaten Sampang. Para peserta berkesempatan menunjukkan kemampuan bertutur sekaligus memperkenalkan berbagai cerita rakyat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.
Dalam kegiatan tersebut, MIN Sampang turut ambil bagian dengan mengirimkan dua siswa, yakni Agni dan Queen. Agni tampil membawakan cerita rakyat yang berasal dari Pulau Mandangin, yaitu kisah Bangsacara dan Ragapatmi. Cerita tersebut merupakan salah satu kisah rakyat Madura yang sarat dengan nilai keteladanan dan kearifan lokal. Melalui penampilannya, Agni berusaha menghidupkan karakter dan alur cerita sehingga kisah tersebut dapat tersampaikan dengan menarik kepada para penonton dan dewan juri.
Sementara itu, Queen membawakan cerita Asal Usul Somber Omben, sebuah cerita yang berasal dari wilayah Kecamatan Omben. Dengan cerita tersebut, Queen turut memperkenalkan salah satu kisah lokal Sampang sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan budaya daerah memiliki banyak cerita yang layak untuk terus dikenalkan kepada generasi muda.

Keduanya tampil dengan membawa semangat untuk memperkenalkan cerita rakyat daerah melalui kemampuan bertutur. Tidak sekadar menghafalkan sebuah cerita, lomba ini juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan keberanian berbicara di depan umum, ekspresi, penghayatan, intonasi, serta kemampuan menyampaikan pesan dari sebuah cerita.
Dalam keikutsertaannya, Agni dan Queen mendapatkan pendampingan dari Anis Sulalah selaku Kepala Perpustakaan MIN Sampang dan Taufikurrohman selaku pembina. Pendampingan tersebut diberikan mulai dari proses persiapan hingga pelaksanaan lomba agar kedua siswa dapat tampil secara maksimal.
Kepala MIN Sampang, Haris Sahwan, menyampaikan apresiasi atas keberanian dan semangat Agni serta Queen dalam mengikuti lomba bertutur tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting karena tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap literasi dan budaya lokal.
“Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan Agni dan Queen dalam lomba bertutur ini. Mereka tidak hanya tampil untuk berkompetisi, tetapi juga membawa cerita rakyat dari daerah kita sendiri. Ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda,” ucapnya.
Haris juga berharap pengalaman mengikuti lomba dapat menjadi bekal positif bagi keduanya untuk terus mengembangkan potensi diri.
“Menang atau kalah bukan satu-satunya ukuran. Yang paling penting adalah keberanian mereka untuk tampil, belajar, dan membawa nama baik madrasah. Semoga pengalaman ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta kecintaan mereka terhadap literasi dan budaya Sampang,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MIN Sampang akan terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Keikutsertaan Agni dan Queen dalam Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Sampang menjadi salah satu bentuk nyata komitmen MIN Sampang Melesat dalam mengembangkan budaya literasi sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada peserta didik.
Dari cerita Bangsacara dan Ragapatmi dari Pulau Mandangin hingga Asal Usul Somber Omben dari Kecamatan Omben, hari ini dua siswa MIN Sampang turut mengambil bagian dalam menjaga agar cerita-cerita lokal Sampang tetap hidup, dikenal, dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....