Ratusan Siswa Mengikuti MPLS Sekolah Rakyat Sampang

  • 31 Jul 2026 18:51 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang – Bupati Sampang Slamet Junaidi didampingi Wakil Bupati Sampang secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sampang di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Jumat, 31 Juli 2026. Sebanyak 333 siswa dari empat kabupaten di Pulau Madura mengikuti kegiatan tersebut sebagai tahapan awal sebelum menjalani pendidikan berbasis asrama.

Dalam sambutannya, Slamet Junaidi menegaskan Pemerintah Kabupaten Sampang siap mendukung seluruh program pemerintah pusat, termasuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurut dia, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Madura.

"Kami siap mendukung seluruh program pemerintah pusat, termasuk Sekolah Rakyat. Selama program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kepedulian terhadap masyarakat Madura, pemerintah daerah siap membantu dan menyukseskannya," kata Slamet Junaidi.

Ia menyebut Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sampang memiliki fasilitas yang memadai, termasuk sarana olahraga yang dinilai menjadi salah satu yang terbaik. Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut patut disyukuri karena menjadi peluang bagi Sampang dan Madura untuk mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan.

"Sekolah ini sangat megah dengan sarana olahraganya. Kita harus bersyukur karena Sampang dan Madura memiliki fasilitas pendidikan seperti ini. Harapan kami, Madura bisa terus maju dan lepas dari ketertinggalan," ujarnya.

Slamet juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlanjutan Program Sekolah Rakyat agar berjalan sukses dan menjadi model pendidikan unggulan di Indonesia.

"Mari kita dukung bersama keberlanjutan Sekolah Rakyat agar program ini berjalan sukses, menjadi contoh, dan menjadi lembaga pendidikan yang unggul," katanya.

Ketua Panitia MPLS Sekolah Rakyat Sampang, Busiri, mengatakan peserta berasal dari Kabupaten Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Bangkalan.

"Jumlah peserta sebanyak 333 siswa. Dari Kabupaten Sampang sebanyak 211 siswa, terdiri atas 32 siswa SD, 94 siswa SMP, dan 85 siswa SMA. Kabupaten Pamekasan mengirim 30 siswa SMP, Kabupaten Sumenep 47 siswa, sedangkan Kabupaten Bangkalan 45 siswa," kata Busiri.

Busiri menjelaskan MPLS berlangsung selama dua pekan hingga 14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, serta kehidupan di asrama agar siswa mampu beradaptasi dengan pola pendidikan berbasis boarding school.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sampang, Denok Setyowati, mengatakan materi MPLS meliputi pengenalan sarana dan prasarana sekolah, pembiasaan hidup di asrama, pemeriksaan kesehatan gratis, tes kebugaran, psikotes, hingga matrikulasi untuk memetakan kompetensi peserta didik.

"Kami juga melibatkan orang tua melalui kegiatan open house. Harapannya, lulusan Sekolah Rakyat memiliki karakter yang kuat, menguasai tiga bahasa, memiliki keterampilan sesuai minat dan bakat, serta siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja," kata Denok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....