Sampang Belum Kebagian Program Segar, Diskan Tunggu Kepastian dari KKP

  • 27 Jul 2026 21:05 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Kabupaten Sampang belum masuk dalam daftar penerima program Sentra Ekonomi Garam Rakyat (Segar) yang akan digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2026, padahal daerah ini memiliki potensi produksi garam terbesar di Madura.
  • Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Moh. Mahfud, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi maupun permintaan data dari KKP terkait pelaksanaan program Segar.
  • Ketiadaan komunikasi formal antara KKP dan pemerintah daerah Sampang menunjukkan potensi koordinasi yang perlu ditingkatkan dalam implementasi program pengembangan ekonomi garam rakyat.

RRI.CO.ID, Sampang – Kabupaten Sampang dipastikan belum masuk dalam daftar penerima program pengembangan Sentra Ekonomi Garam Rakyat (Segar) yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2026. Padahal, Sampang merupakan salah satu daerah dengan potensi produksi garam terbesar di Madura.

Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Moh. Mahfud, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima informasi resmi maupun permintaan data dari KKP terkait pelaksanaan program Segar di Kabupaten Sampang.

"Beberapa waktu lalu memang ada tim dari KKP yang datang menyerap aspirasi petambak garam di Sampang. Namun, sampai sekarang kami belum mengetahui apakah Sampang mendapat program Segar atau tidak," kata Mahfud saat dikonfirmasi, Senin 27 Juli 2026.

Menurut dia, berdasarkan informasi yang diterima, program Segar tahun ini hanya menyasar Kabupaten Pamekasan. Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 7,9 miliar untuk membangun berbagai fasilitas pendukung industri garam di daerah tersebut.

Mahfud menjelaskan anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan gudang garam nasional, gudang garam rakyat, saluran irigasi air laut, hingga pengadaan mesin pendukung pengolahan garam.

"Program itu merupakan bagian dari upaya KKP mempercepat swasembada garam nasional di sejumlah daerah potensial,"tuturnya.

Ia menilai Kabupaten Sampang sebenarnya memiliki peluang besar memperoleh program serupa. Luas lahan produksi garam rakyat di daerah itu mencapai sekitar 3.200 hektare yang tersebar di Kecamatan Sreseh, Pangarengan, Jrengik, Sampang, Camplong, Banyuates, dan Torjun.

"Sentra garam rakyat di Sampang sangat besar, bahkan lebih luas jika tidak menghitung lahan milik PT Garam. Karena itu kami berharap Sampang juga menjadi perhatian pemerintah pusat," ujarnya.

Mahfud menambahkan bantuan terakhir dari KKP yang diterima Kabupaten Sampang berlangsung pada 2020 berupa dukungan untuk Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) dan pembangunan gedung penyimpanan garam rakyat.

"Sementara pada 2026, petambak garam hanya memperoleh bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa alat penunjang produktivitas. Meski belum mendapat program Segar, Dinas Perikanan mengaku terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan KKP agar Sampang dapat diakomodasi pada program berikutnya,"tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....