BMKG Gelar Sekolah Lapang Cuaca dan Mitigasi Bencana di Bangkalan
- 27 Jul 2026 14:17 WIB
- Sampang
Poin Utama
- BMKG menyelenggarakan dua program sekolah lapang di Kabupaten Bangkalan: Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) dan Sekolah Lapang Gempabumi-Tsunami (SLG) pada tanggal 27 Juli 2026.
- Kegiatan berlokasi di Balai Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, dan melibatkan ratusan warga pesisir untuk mendapatkan pelatihan langsung dari BMKG.
- Program ini merupakan bagian dari upaya BMKG untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman masyarakat nelayan terhadap ancaman cuaca ekstrem dan bencana geologi.
RRI.CO.ID, Bangkalan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali turun ke pesisir. Kali ini giliran Kabupaten Bangkalan yang menjadi tuan rumah Sekolah Lapang Cuaca Nelayan [SLCN] dan Sekolah Lapang Gempabumi-Tsunami [SLG].
Kegiatan dipusatkan di Balai Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Senin 27 Juli 2026. Ratusan warga pesisir berkumpul untuk belajar langsung dari BMKG.

Cahyo Nugroho, Kepala Balai Meteorologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar, mengatakan kegiatan ini adalah komitmen BMKG untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir.
| Baca juga: Prakiraan Cuaca Maritim Jatim, 16 Juli 2026 |
“Melalui edukasi cuaca maritim, gempabumi, dan tsunami, kami ingin mendukung keselamatan, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bangkalan dipilih karena dua alasan utama. Pertama, wilayah pesisir dengan aktivitas perikanan tinggi. Kedua, memiliki potensi kegempaan.
“Data BMKG mencatat aktivitas seismik di Bangkalan dipengaruhi oleh RMKS Baliga, RMKS Ketapang, dan Sesar Geser Somorkoning yang merupakan sumber gempa aktif di Pulau Madura,” ucapnya.
Ia menjelaskan, tahun ini SLCN di Bangkalan diikuti 68 peserta. Sementara SLG diikuti 55 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Sejak 2017, SLCN di Jawa Timur sudah digelar di 22 lokasi dengan 2.045 alumni. Untuk SLG, hingga 2026 sudah 7 angkatan dengan sekitar 350 alumni,” ungkapnya.
SLCN mengusung tema "Mewujudkan Nelayan dengan Hasil Tangkapan Meningkat dan Aman Berbasis Informasi Cuaca".
Sedangkan SLG mengangkat tema "Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempabumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045".

Di kesempatan yang sama, Anggota Komisi V DPRI RI H.Safiudin Asmoro menyampaikan, dalam sekolah lapang ini, peserta dibekali materi informasi cuaca maritim, potensi gempabumi dan tsunami, sistem peringatan dini BMKG, serta langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah bencana.
“Kami berharap para alumni bisa menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing. Tujuannya agar informasi resmi BMKG cepat tersebar, keselamatan nelayan terjaga, dan ketangguhan masyarakat pesisir semakin kuat,” harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....