Marak Kekerasan Seksual Anak di Madura, Gubernur Jatim Dorong Pembatasan Gawai

  • 23 Jul 2026 13:12 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam membatasi penggunaan gawai pada anak di bawah umur.
  • Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Madura, termasuk kasus pemerkosaan oleh 27 orang di Kabupaten Sampang.
  • Pemerintah daerah memandang perlu adanya kolaborasi antara keluarga dan institusi pendidikan untuk melindungi anak dari ancaman kekerasan seksual.

RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya memperkuat peran orang tua dan sekolah dalam membatasi penggunaan gawai pada anak di bawah umur.

Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Madura, seperti kasus pemerkosaan oleh 27 orang di Kabupaten Sampang serta kasus penyekapan dan ancaman senjata tajam oleh 3 pelaku di Kabupaten Bangkalan.

"Jadi batasi gadget dan orang tua juga harus peka kalah ada perubahan pada perilaku anak," ungkapnya.

Sebagai bentuk intervensi konkret di lingkungan pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menerbitkan imbauan resmi bagi kepala sekolah SMA dan SMK agar menyediakan tempat penyimpanan khusus gawai di sekolah.

Selain itu, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi.

"Tentu demi memberikan perlindungan yang komprehensif serta pendampingan psikologis bagi korban anak," tutupnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....