Tim Pembina Pesantren Sehat Temukan Angka Anemia Santri di Sampang Masih Tinggi
- 23 Jul 2026 07:50 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Dinas Kesehatan dan KB Sampang menemukan angka kasus anemia di kalangan santri wilayah Kabupaten Sampang masih tergolong tinggi melalui kegiatan pendampingan pada Musyawarah Masyarakat Pesantren 22 Juli 2026.
- Hasil Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Pondok Pesantren Al Mahmudiyah menunjukkan angka anemia mencapai 25 persen dari sampel yang diperiksa.
- Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan KB Sampang, Agus Mulyadi, menegaskan bahwa angka tersebut diperoleh dari hasil evaluasi dan survei kesehatan lapangan yang komprehensif.
RRI.CO.ID, Sampang - Dalam upaya mendorong pesantren sehat, Dinas Kesehatan dan KB Sampang kembali melakukan pendampingan pembinaan dalam Musyawarah Masyarakat Pesantren pada Rabu 22 Juli 2026. Tim Pembina Pesantren Sehat menemukan bahwa angka kasus anemia di kalangan santri wilayah Kabupaten Sampang masih tergolong tinggi. Salah satu sample yang ditemukan pada lokus pembinaan di Pondok Pesantren Al Mahmudiyah yakni mencapai 25 persen berdasarkan hasil Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan dan KB Sampang, Agus Mulyadi menyampaikan bahwa angka tersebut diperoleh dari hasil evaluasi dan survei kesehatan lapangan.
"Kami laksanakan pendampingan melakukan Musyawarah Masyarakat Pesanstren yang diikuti oleh Santri Husada dan pengurus pesantren mulai 21 -23 Juli, hari ini, di Ponpes Al Mahmudiyah disampaikan hasil survey dari PKG yakni sebanyak 25 persen santri mengalami anemia, " tutur Agus Mulyadi.
Menurutnya, pencegahan anemia pada remaja dan santri sebenarnya dapat dilakukan secara efektif melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin serta pemenuhan asupan gizi yang cukup dari sayur dan buah.
"Lebih lanjut akan dilakukan penyuluhan dan pembiasaan makan sayur dan buah pada santri dengan kolaborasi tim pembina, puskesmas Kamoning dan SPPG yang menyalurkan MBG, karena esensi MBG adalah untuk memperbaiki status gizi penerima manfaat, " tambahnya.
Anemia menjadi salah satu sorotan penting Dinas Kesehatan dan KB Sampang karena menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dengan gejala mudah lelah, pusing, dan mengantuk. Kondisinini akan menyebabkan penurunan konsentrasi dan prestasi belajar. Pada remaja putri Anemia harus dicegah sedini mungkin karena dapat memicu komplikasi fatal di masa depan. Wanita dewasa yang sebelumnya anemia berisiko tinggi mengalami pendarahan saat melahirkan, melahirkan bayi prematur, dan memiliki keturunan stunting
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),yang menyalurkan MBG ke Pondok Al Mahmudiyah Rifky, mengungkapkan bahwa menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan sering kali tidak dikonsumsi secara maksimal.
"Banyak porsi sayur yang diberikan justru tersisa dan kembali ke dapur, para santri penerima manfaat tidak menyukai sayuran sehingga sering kali tidak memhabiskannya. Kami menyambut baik kolaborasi penyuluhan ini, " ungkap Rifqy.
Menanggapi kondisi ini, Dinas Kesehatan bersama pengurus pesantren, tim pembina, dan Santri Husada menyepakati komitmen bersama untuk memperkuat edukasi dan kampanye pola makan sehat. Dengan kolaborasi ini diharapkan angka anemia pada remaja putri dapat diatasi dan jangka panjang dapat menekan angka resiko dan stunting pada bayi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....