BPBD Sampang Petakan 94 Desa Terdampak Kekeringan, 12 Kecamatan Masuk Zona Kritis
- 15 Jul 2026 13:55 WIB
- Sampang
Poin Utama
- BPBD Sampang telah memetakan 94 desa yang terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026 dengan tingkat kerawanan yang berbeda-beda.
- Terdapat 12 kecamatan yang masuk kategori kering kritis (Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun) yang akan menjadi prioritas untuk dropping air bersih.
- Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak 29 Mei hingga 31 Oktober 2026 dengan anggaran distribusi air bersih yang telah disiapkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang memetakan 94 desa yang terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026. Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dengan tingkat kerawanan yang berbeda, mulai dari kering kritis, kering langka, hingga kering terbatas.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak 29 Mei hingga 31 Oktober 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau.
"Dari hasil pemetaan, terdapat 12 kecamatan yang masuk kategori kering kritis. Wilayah tersebut akan menjadi prioritas apabila dilakukan dropping air bersih," kata Hozin, Rabu 15 Juli 2026.
Adapun 12 kecamatan yang masuk kategori kering kritis yakni Banyuates, Camplong, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Omben, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
Selain itu, BPBD juga mengidentifikasi Kecamatan Banyuates, Pangarengan, dan Jrengik sebagai wilayah dengan kategori kering langka. Sementara Kecamatan Pangarengan, Sampang, dan Ketapang masuk kategori kering terbatas.
"Pada wilayah tersebut, sumber air masih tersedia, tetapi debitnya mulai menurun akibat minimnya curah hujan,"terangnya.
Meski status siaga darurat telah ditetapkan, hingga pertengahan Juli 2026 BPBD belum menerima permohonan resmi bantuan air bersih dari desa-desa terdampak. Namun, anggaran untuk penyaluran air bersih telah disiapkan apabila kondisi kekeringan semakin meluas.
BPBD memperkirakan musim kemarau masih akan berlangsung hingga September. Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air, sementara pemerintah daerah memastikan distribusi bantuan air bersih akan diprioritaskan bagi desa-desa yang mengalami kondisi paling kritis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....