Kronologi Kasus Nelayan Pamekasan Meninggal saat Melaut

  • 07 Jul 2026 18:50 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Pamekasan - Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan menyampaikan kronologi kasus meninggalnya seorang nelayan saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Kabupaten Sumenep, Selasa, 7 Juli 2026.

Kasihumas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama mengatakan korban berinisial MH (54), warga Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi, peristiwa bermula sekira pukul 07.00 WIB saat Kapal Berkah Jawara berkapasitas 30 GT yang dinahkodai oleh Subaidi bersama 11 Anak Buah Kapal (ABK) sedang melakukan penarikan jaring penangkap ikan.

Saat berbagi tugas, korban bertugas menarik tali jaring di dekat mesin penarik. Diduga karena kurang hati-hati, tubuh korban tertarik oleh tali tampar yang dipegangnya hingga mengakibatkan korban mengalami kesulitan bernapas.

Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan sesama ABK langsung mematikan mesin kapal dan berusaha melepaskan lilitan tali pada tubuh korban.

Namun, dalam perjalanan menuju daratan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas gabungan langsung bersiaga di Pelabuhan Branta Pesisir untuk menyambut kapal yang membawa jenazah korban.

Kemudian petugas langsung mengevakuasi korban menggunakan ambulans Puskesmas Tlanakan menuju rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan medis luar oleh tim medis dan Tim Inafis Satreskrim Polres Pamekasan.

Baca juga: https://rri.co.id/sampang/regional/2551818/polres-pamekasan-tangani-kasus-nelayan-meninggal-saat-melaut

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka lecet pada lengan kanan korban bekas terkena gesekan tali tampar. Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menyadari bahwa peristiwa tersebut murni merupakan musibah kerja di laut.

"Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan resmi untuk tidak menuntut perkara ini lebih lanjut secara hukum. Jenazah korban juga telah dimandikan, disalatkan, dan dimakamkan di tempat pemakaman umum Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir sekira pukul 11.30 WIB," ucapnya.

Dari kejadian itu, Porles Pamekasan mengimbau para nelayan dan pekerja untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan kerja saat melaut. Serta memeriksa kelaikan alat pengaman, dan memperhatikan kondisi cuaca.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....