Fakultas Kedoteran UTM Diharapkan Jadi Solusi Kekurangan Dokter di Madura

  • 02 Jul 2026 14:04 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.iD, Bangkalan – Rasio dokter di Pulau Madura masih jauh dari kata ideal. Saat ini, satu dokter harus melayani hingga 7.000 penduduk, angka yang menunjukkan keterbatasan serius dalam akses layanan kesehatan. Kondisi ini semakin terasa di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Sumenep, di mana masyarakat menghadapi kesulitan mendapatkan pelayanan medis yang memadai.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) meluncurkan Fakultas Kedokteran (FK) sebagai langkah strategis untuk mencetak tenaga medis berkualitas. Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, menegaskan program ini merupakan tindak lanjut arahan dari Kementerian Dikti agar perguruan tinggi berperan aktif dalam memperkuat layanan kesehatan di daerah.

Prof. Safi’ menambahkan, FK UTM tidak hanya berorientasi pada kualitas akademik, tetapi juga membuka peluang bagi putra-putri Madura yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Dukungan beasiswa dari pemerintah kabupaten diharapkan menjadi jalan bagi generasi muda Madura untuk menempuh pendidikan kedokteran,” ujarnya. Kamis, 2 Junli 2026

Dalam momentum Dies Natalis UTM ke 25 juga menjadwalkan penandatanganan MoU dengan pemerintah daerah di Pulau Madura. Kabupaten Bangkalan dan Sampang telah menyatakan kesiapan.

“Sementara Pamekasan dan Sumenep akan menyusul,” ucapnya.

Ia membahkan, selain peluncuran FK, kampus menyiapkan 25 rangkaian acara di berbagai fakultas dalam serangakaian Dies Natalis, termasuk prosesi penerimaan mahasiswa baru.

Puncak perayaan akan digelar Agustus 2025 dengan pesta rakyat, jalan sehat, festival seni, serta pembagian hadiah. Tahun lalu hadiah utama berupa 7 paket Umroh, dan tahun ini panitia menyiapkan kejutan baru bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....