Sekda Sampang Dorong Solusi Bersama Jelang Pengeboran Sumur Hidayah
- 24 Jun 2026 15:51 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Pemerintah Kabupaten Sampang terus mengawal persiapan pengeboran Sumur Hidayah di perairan Kecamatan Banyuates melalui sosialisasi yang mempertemukan SKK Migas, Petronas, serta perwakilan nelayan dan masyarakat terdampak di wilayah pesisir.
Sosialisasi yang berlangsung di Aula Pendopo Kabupaten Sampang Rabu 24 Juni 2026, menjadi forum untuk menyampaikan perkembangan proyek migas sekaligus menyerap aspirasi masyarakat menjelang dimulainya tahapan pekerjaan lapangan dalam waktu dekat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut bukan kali pertama dilaksanakan. Menurutnya, sosialisasi telah dilakukan beberapa kali sejak tahap pencarian titik hingga memasuki persiapan pengeboran yang semakin matang.
"Ini sudah beberapa kali dilakukan sosialisasi, mulai dari pencarian titik sampai sekarang memasuki tahap persiapan pengeboran. Secara umum, tahapan yang direncanakan sudah semakin matang," ujar Yuliadi Setiawan.
Ia menjelaskan, kegiatan awal yang direncanakan dimulai pekan depan berupa pembersihan area kerja. Lokasi pengeboran harus terbebas dari jaring nelayan maupun rumpon sebelum mobilisasi peralatan dan pembangunan fasilitas dilakukan.
Menurut Yuliadi, setelah tahap pembersihan selesai, kegiatan akan berlanjut secara bertahap mulai Agustus hingga Desember 2026. Tahapan tersebut meliputi pemasangan peralatan, pembangunan platform, hingga pekerjaan teknis lainnya.
Meski mayoritas masyarakat menyambut positif rencana pengeboran Sumur Hidayah, pemerintah daerah mengakui masih terdapat sebagian nelayan yang meminta persoalan rumpon terlebih dahulu mendapatkan penyelesaian sebelum pekerjaan berlanjut.
"Pemerintah daerah tetap berusaha memfasilitasi keinginan masyarakat dan mencari titik solusi agar persoalan yang ada bisa dipahami serta diterima bersama. Kami berharap ada jalan keluar yang baik," kata Yuliadi.
Ia menambahkan, sejumlah alternatif solusi sedang dikaji bersama SKK Migas dan Petronas, di antaranya pembangunan kolam labuh untuk nelayan serta pembentukan koperasi yang dapat membantu kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Sementara itu, Perwakilan Nelayan Pantura Faris Reza Malik menegaskan masyarakat tidak menolak keberadaan proyek Sumur Hidayah. Namun, nelayan meminta persoalan ganti rugi rumpon yang masih dipersoalkan sebagian warga diselesaikan terlebih dahulu sebelum eksploitasi dilaksanakan.
“Kami mendukung, tapi harus jelas dulu hak nelayan diselesaikan. Kalau tidak, kami akan turun aksi,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....