Pawai Lampion Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Sumenep

  • 21 Jun 2026 00:52 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sumenep – Yayasan Pesantren Nurul Asrar, Dusun Maraan, Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, menggelar Pawai Muharram 1448 Hijriah pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Kegiatan yang melibatkan santri, wali santri, alumni, dan masyarakat tersebut berlangsung meriah serta menjadi salah satu tradisi tahunan yang selalu dinantikan warga.

Sejak usai salat isya' para peserta mulai memadati titik keberangkatan pawai. Dengan penuh semangat, rombongan berjalan bersama menuju Mushalla Nurul Asrar sambil membawa berbagai lampion yang menghiasi sepanjang rute perjalanan dan menciptakan suasana malam yang penuh kehangatan.

Para santri tampil mengenakan busana muslim yang rapi dan seragam pondok. Mereka membawa lampion dengan berbagai bentuk, mulai bulan sabit, masjid, hingga bintang. Cahaya warna-warni yang terpancar dari lampion tersebut mempercantik suasana desa sekaligus menambah semarak peringatan Tahun Baru Islam.

Sorotan cahaya obor dan lampion yang bergoyang mengikuti langkah peserta menjadi pemandangan yang memikat perhatian masyarakat. Warga tampak antusias memenuhi tepi jalan untuk menyaksikan jalannya pawai, bahkan banyak yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka.

Ketua Panitia, Abd Hayyi, mengatakan bahwa tradisi pawai Muharram bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus upaya melestarikan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana refleksi diri untuk berhijrah, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual dan moral. Hijrah berarti berpindah dari keburukan menuju kebaikan,” ujar Abd Hayyi.

Menurutnya, pawai lampion menjadi simbol semangat masyarakat dalam menyambut tahun baru Hijriah dengan harapan dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat hubungan antara santri, wali santri, alumni, dan masyarakat sekitar.

“Mari kita jadikan momen ini untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan keimanan. Tradisi ini harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai sarana membangun kebersamaan serta memperkuat ukhuwah Islamiyah,” katanya.

Ia berharap pawai lampion Muharram dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya meriah, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Dengan demikian, tradisi tersebut dapat menjadi media dakwah yang memperkenalkan ajaran Islam yang damai, penuh persaudaraan, dan sarat makna hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....