Makna dari Tradisi Asajere Kedatangan Jemaah Haji Bagi Masyarakat Madura
- 20 Jun 2026 10:26 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Bagi masyarakat Madura, menghadiri undangan atau datang saat kepulangan jamaah haji merupakan bagian dari tradisi Asajere (atau sering disebut syukuran haji), sebuah budaya religius yang diwariskan turun-temurun.
Maksud dan makna utama dari kehadiran masyarakat dalam momen ini antara lain:
- Ngalab Berkah (Mencari Berkah): Masyarakat datang dengan keyakinan bahwa doa orang yang baru pulang dari Tanah Suci adalah doa yang mustajab atau sangat manjur. Mereka datang bukan hanya untuk memberi selamat, tetapi juga meminta didoakan oleh jamaah haji tersebut.
- Silaturahmi dan Solidaritas: Kepulangan haji di Madura bukan hanya urusan keluarga, melainkan kebahagiaan kolektif. Kehadiran tetangga dan kerabat selama masa syukuran (yang bisa berlangsung hingga 40 hari) berfungsi mempererat tali persaudaraan dan hubungan sosial di tengah masyarakat.
- Walimatul Naqi'ah (Jamuan Syukuran): Kedatangan tamu disambut dengan jamuan makan sebagai bentuk syukur jamaah haji atas keselamatan selama perjalanan. Dalam tradisi ini, jamaah haji biasanya juga membagikan oleh-oleh khas seperti air zam-zam dan kurma kepada para tamu.
- Penghormatan terhadap Predikat Haji: Bagi etnis Madura, memiliki cita-cita naik haji dan mendapatkan predikat "haji" adalah bagian penting dari identitas diri yang sangat dihormati. Menghadiri undangan tersebut adalah bentuk apresiasi terhadap keberhasilan spiritual seseorang dalam menyelesaikan rukun Islam kelima.
Tradisi ini sering kali dirayakan dengan sangat meriah, terkadang melibatkan iring-iringan kendaraan saat menjemput hingga perayaan di kediaman yang dihadiri banyak orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....