Lebih dari Sekadar Adat, Tradisi To'-oto' Jadi Solusi Cerdas "Bank Sosial" Warga Madura
- 19 Jun 2026 16:43 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Sejak zaman kolonial Belanda, masyarakat Madura telah memiliki sistem ketahanan ekonomi mandiri yang disebut tradisi To'-oto'. Menurut budayawan Sampang, R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, latar belakang lahirnya tradisi ini bermula dari kondisi geografis tanah Madura yang gersang akibat eksploitasi kolonial pada abad ke-19, sehingga warga hanya bisa panen setahun sekali.
"Di tengah keterbatasan akses layanan perbankan resmi ke pelosok desa saat itu, masyarakat setempat menciptakan solusi cerdas berupa perkumpulan sejenis arisan sebagai bentuk tabungan sosial komunitas," katanya, Jumat, 19 Juni 2026.
Mekanisme perkumpulan To'-oto' ini berjalan secara bergantian layaknya perbankan informal. Setiap anggota yang hadir akan memberikan buwoh atau uang sumbangan kepada tuan rumah yang sedang mendapatkan giliran menggelar perhelatan. Jumlah uang yang berputar dalam tradisi ini tergolong relatif besar karena biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang vital dan berskala besar.
Melalui dana kolektif tersebut, masyarakat Madura dapat membangun rumah, menikahkan anak, hingga membiayai ibadah haji. Meski tidak ada aturan tertulis, sistem ekonomi berbasis solidaritas ini memiliki sanksi sosial yang ketat bagi pelanggarnya.
Jika ada anggota yang telah menggelar To'-oto' namun sengaja menghindar atau kabur ke luar daerah saat tiba giliran anggota lain, mereka akan menghadapi sanksi pengucilan oleh masyarakat. Di sisi lain, tradisi ini terbukti ampuh menjaga ketahanan ekonomi dan memastikan masyarakat tetap saling membantu dalam menghadapi himpitan finansial tanpa ketergantungan pada lembaga keuangan modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....