Produksi Garam di Sampang Terhambat Cuaca Tidak Menentu
- 19 Jun 2026 06:11 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Memasuki musim kemarau, para petambak garam di Sampang telah mulai menyiapkan lahan dengan memasang geomembran untuk proses kristalisasi. Meskipun aktivitas produksi sudah dimulai sejak April dan sebagian petambak mulai menjual hasil panennya, tantangan cuaca yang tidak menentu membuat capaian produksi musim ini masih jauh dari harapan.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemerintah Kabupaten Sampang menargetkan produksi garam tahun ini sebesar 307 ribu ton. Namun, pada panen perdana, realisasi produksi tercatat baru mencapai 100 ton.
Kabid Perikanan Budi Daya Sampang, Moh. Mahfud, menyatakan bahwa angka tersebut terpaut jauh dari ekspektasi awal yang seharusnya mencapai sekitar seribu ton pada panen perdana. Penyebab utama penurunan ini adalah tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Sampang, sehingga menyebabkan banyak petambak mengalami gagal panen.
"Meskipun menghadapi awal musim yang sulit, kami tetap optimistis dan berharap agar kondisi cuaca membaik ke depannya sehingga target produksi tahunan dapat tercapai secara maksimal," ungkapnya, Kamis 18 Juni 2026.
Menurutnya, ada tujuh kecamatan penghasil garam di Kota Bahari. Yakni kecamatan Sreseh, Pangarengan, Jrengik, Sampang, Camplong, Banyuates dan Torjun. Dia berharap, produksi garam tahun ini bisa mencapai target.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....