Tradisi Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah Masih Lestari di Madura

  • 15 Jun 2026 20:50 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang – Masyarakat Madura masih mempertahankan berbagai tradisi keagamaan dalam menyambut pergantian tahun Hijriah. Selain pawai obor yang umum digelar di berbagai daerah, terdapat pula amalan-amalan yang diwariskan para ulama dan masih diamalkan hingga saat ini, baik secara individu maupun berjamaah.

Budayawan Sampang, R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, mengatakan salah satu tradisi yang masih dijalankan adalah membaca doa akhir tahun setelah salat Asar pada akhir bulan Zulhijah dan doa awal tahun setelah salat Magrib pada 1 Muharram.

"Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT dalam memasuki tahun baru," tuturnya Senin 15 Juni 2026.

Menurut Bustomi, masyarakat juga mengenal tradisi minum susu putih pada malam 1 Muharram. Tradisi tersebut merupakan simbol harapan agar kehidupan pada tahun yang baru menjadi lebih bersih, suci, dan dipenuhi berbagai kebaikan. Selain itu, sejumlah amalan lain seperti membaca Surat Yasin, memperbanyak zikir, membaca Ayat Kursi, hingga menulis basmalah sebagai bentuk tabarruk juga masih dikenal di kalangan masyarakat. Amalan-amalan tersebut merupakan bagian dari khazanah tradisi Islam yang berkembang di Madura sejak lama.

"Tradisi ini tidak harus dilakukan secara massal. Bisa dilaksanakan sendiri, bersama keluarga, di musala maupun di masjid sesuai kemampuan masing-masing," ujar Bustomi.

Ia menilai tradisi menyambut Tahun Baru Islam bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....