Tradisi Muharram di Sampang Tetap Hidup di Era Modern

  • 15 Jun 2026 13:02 WIB
  •  Sampang

Sampang - Tradisi menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram di Kabupaten Sampang masih terus bertahan di tengah arus modernisasi. Berbagai kegiatan bernuansa budaya dan keagamaan tetap digelar masyarakat sebagai bentuk pelestarian tradisi sekaligus momentum meningkatkan ibadah.

Budayawan Sampang, R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, mengatakan tradisi 1 Muharram di Madura memiliki kemiripan dengan sejumlah daerah di Pulau Jawa. Beberapa kegiatan yang masih dijumpai di antaranya jamasan pusaka dan pawai obor yang menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru Islam.

"Sejumlah komunitas budaya dan keluarga keturunan keraton di Sampang mulai merencanakan kegiatan penyambutan Tahun Baru Islam yang memadukan unsur budaya dan nilai keagamaan masyarakat," kata Bustomi, Senin 15 Juni 2026.

Selain kegiatan budaya, masyarakat di sejumlah wilayah Sampang juga menggelar pengajian dan khataman Al-Qur'an. Kegiatan tersebut berlangsung sejak pagi hingga malam pada tanggal 1 Muharram sebagai bentuk syukur menyambut tahun baru dalam kalender Hijriah.

Menurut Bustomi, tradisi yang terus dilestarikan itu memiliki makna penting bagi masyarakat Madura. Selain menjadi warisan budaya, peringatan 1 Muharram juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

"Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus momentum meningkatkan ibadah pada awal tahun dalam kalender Hijriah yang memiliki makna penting bagi umat Islam," ujarnya.

Ia menambahkan, perayaan 1 Muharram di Madura tidak hanya berfokus pada aspek budaya semata, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat identitas keislaman masyarakat.

"Karena itu, tradisi tersebut dinilai tetap relevan untuk dilestarikan di tengah perubahan zaman," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....