Budaya Saring sebelum Sharing Jadi Benteng Utama Lawan Disinformasi

  • 12 Jun 2026 12:25 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Pamekasan - Maraknya disinformasi yang diproduksi oleh akun-akun anonim di media sosial, khususnya TikTok, menjadi tantangan besar bagi stabilitas sosial dan kepercayaan publik di Pamekasan. Fenomena ini ditandai dengan penggunaan judul provokatif (clickbait) dan manipulasi teknologi AI demi meraup keuntungan ekonomi maupun politik.

Dampaknya tidak main-main, mulai dari polarisasi masyarakat hingga munculnya ketidakpercayaan terhadap program-program resmi pemerintah. Menghadapi situasi ini, Penata Layanan Operasional Diskominfo Pamekasan, Kuswanto Ferdian, bertindak responsif dengan melakukan patroli siber 24 jam dan menyediakan kanal aduan warga.

“Pemerintah daerah tidak hanya meluruskan hoaks melalui video klarifikasi di platform resmi, tetapi juga membekali masyarakat dengan rekomendasi alat deteksi digital gratis seperti Forensically Beta, Threadscan atau google sign id,” ucapnya, Jumat, 12 Juni 2026.

Langkah taktis ini diimbangi dengan program edukasi literasi digital secara masif ke sekolah-sekolah dan komunitas. Kunci utama dalam memutus rantai disinformasi berada pada kesadaran kritis masyarakat itu sendiri.

Kuswanto menegaskan pentingnya menerapkan budaya saring sebelum sharing dengan selalu melakukan double cross-check ke portal berita resmi yang kredibel seperti RRI atau situs web pemerintah. Menjadi cerdas digital dan tidak mudah membagikan konten tanpa sumber jelas adalah benteng terkuat dalam menjaga kondusivitas lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....