Dugaan Keracunan Massal Warnai Program MBG di Bangkalan

  • 09 Jun 2026 13:04 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan kembali menjadi sorotan setelah dua kali terjadi dugaan keracunan massal siswa. Kasus pertama menimpa siswa di Kecamatan Blega beberapa bulan lalu, sedangkan kasus terbaru terjadi di Kecamatan Kokop pada 4 Juni 2026 dengan total 86 siswa terdampak.

Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menjelaskan pihaknya langsung melakukan penanganan cepat atas kejadian di Kokop. Menurutnya, siswa tidak merasakan bau atau rasa aneh saat menyantap menu nasi putih, sate ayam, acar, dan buah semangka.

“Namun satu jam kemudian banyak yang mual, muntah, dan pusing hingga harus dirawat. Dari 84 siswa yang masuk puskesmas, 72 sudah diperbolehkan pulang, sementara 12 lainnya sempat dirawat inap, kejadian ini menjadi evaluasi penting bagi penyelenggara program MBG, yang sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Blega,” kata Bambang. Selasa, 9 Juni 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Wiwit Mayasari, menuturkan laporan pertama kejadian di kecamatan Kokop diterima pukul 12.44 WIB dari Puskesmas. Tim gerak cepat segera melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.

“Kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi di Kecamatan Belega, sehingga total sudah dua kejadian dilaporkan ke dinas,” ujarnya.

Dinas Kesehatan bersama Satgas MBG berkomitmen memperketat pengawasan kualitas makanan bergizi gratis, termasuk pemeriksaan higienitas dapur penyedia dan bahan makanan sebelum didistribusikan.

“Kami berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan meningkatkan kesehatan siswa,” kata Wiwit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....