Bupati Kholilurrahman Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Pamekasan
- 01 Jun 2026 17:39 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Pamekasan - Bupati Pamekasan, Kholilurrahman bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila, di Lapangan Nagara Bhakti Pendopo Ronggosukowati, Senin, 1 Juni 2026. Dalam upacara tersebut, Bupati Kholil membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.
Dalam pidato Kepala BPIP yang dibacakan Bupati Kholil disebutkan tema yang diusung pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 adalah Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia."Sebuah pernyataan tegas, bahwa nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi," ucapnya.
Lanjut Bupati Kholil menyampaikan, Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan fragmentasi."Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata, bagaimana keberagaman yang terdiri dari atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan," ujarnya.
| Baca juga: TMMD, Bukti Sinergi TNI dan Pemkab Sampang |
Selain itu, Pancasila juga menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik."Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat pembukaan UUD 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," katanya.
Pancasila juga sebagai fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif."Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik. Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata dan kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa," ucapnya.
Peran Indonesia dalam mediasi konflik regional serta konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah, adalah perwujudan dari sila ke-2 Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab."Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan lahirnya keadilan bagi seluruh umat manusia," ujarnya.
Indonesia bukanlah mimpi kosong, namun kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan."Oleh karena itu, kami mengajak kepada semua elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," katanya.
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, BPIP juga mengingatkan para menteri dan kepala daerah untuk melahirkan kebijakan publik yang berdasarkan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat kecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Serta mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang merusak harmonisasi kebangsaan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....