Pendaftaran SPMB SMPN Bangkalan Diperketat, Diskualifikasi Jadi Mekanisme Utama

  • 19 Mei 2026 10:07 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan – Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan menegaskan proses pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Tahun 2026 akan dijalankan dengan prinsip transparansi, keadilan, dan verifikasi berlapis. Meski regulasi sanksi ketat belum dituangkan secara formal, mekanisme diskualifikasi tetap diberlakukan bagi peserta yang terbukti melakukan manipulasi data.

Ketua MKKS SMP Negeri Bangkalan, Hermanto yang juga kepala SMPN 1 Bangkalan menjelaskan bahwa sekolah melalui operator atau PIC berhak melakukan verifikasi atas data prestasi akademik maupun non-akademik.

“Jika ditemukan bukti otentik adanya manipulasi, misalnya piagam prestasi yang tidak sesuai fakta, anak tersebut bisa didiskualifikasi dari penerimaan di satuan pendidikan,” ucapnya. Selasa, 19 Mei 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Dr. Muhaimin, menambahkan bahwa refleksi atas kelemahan tahun lalu menjadi dasar perbaikan tahun ini.

“Indikator verifikasi kami perketat. Otoritas verifikasi ada di sekolah agar lebih objektif dan tidak menumpuk di dinas. Prinsip transparansi dan keadilan tetap menjadi roh utama,” jelasnya.

Tahapan Pendaftaran SPMB 2026

Proses pendaftaran SPMB SMP Negeri Bangkalan tahun ini dilakukan secara daring dengan beberapa tahapan penting:

Deklarasi dan sosialisasi bersama Bupati serta MKKS SD dan SMP sebagai bentuk komitmen bersama menjaga integritas.

Bimbingan teknis kepada kepala sekolah, guru, dan operator agar memahami juknis serta indikator verifikasi.

Verifikasi data oleh operator sekolah masing-masing, bukan lagi dipusatkan di dinas, untuk memastikan objektivitas dan efisiensi.

Simulasi platform dilakukan agar sistem berjalan sesuai ekspektasi dan publik dapat memahami mekanisme pendaftaran.

Pengumuman hasil berbasis NIK siswa, mirip sistem seleksi perguruan tinggi, sehingga lebih transparan dan mudah diakses.

Refleksi dan Evaluasi

Sejak awal tahun, Dinas Pendidikan Bangkalan telah melakukan refleksi dan evaluasi atas kelemahan SPMB 2025. Keterbatasan SDM menjadi salah satu alasan verifikasi kini dilimpahkan ke sekolah masing-masing. Dengan begitu, pihak yang paling mengetahui kondisi objektif di lapangan dapat memastikan keabsahan data calon peserta didik.

Selain itu, pemantauan berkala juga disiapkan agar publik dapat mengikuti perkembangan pendaftaran secara transparan. Pelibatan kepala sekolah, operator, dan pengawas sejak awal hingga akhir proses disebut sebagai faktor penentu keberhasilan.

Harapan ke Depan

Dengan langkah refleksi, evaluasi, dan komitmen bersama, Dinas Pendidikan Bangkalan berharap SPMB 2026 berjalan lebih transparan, berkeadilan, dan bebas dari praktik titipan maupun manipulasi data.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....