Ahli Falak UIN Madura Prediksi 1 Zulhijah Jatuh pada 18 Mei

  • 15 Mei 2026 11:34 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Pamekasan - Ahli Astronomi Islam (Falak) Fakultas Syariah UIN Madura, Achmad Mulyadi, memprediksi awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah untuk wilayah Indonesia jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa prediksi tersebut didasarkan pada hasil perhitungan astronomi (hisab) yang mengacu pada kriteria visibilitas hilal MABIMS

“Berdasarkan data teknis, ijtimak atau konjungsi akhir bulan Dzulqa’dah 1447 H dijadwalkan terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 03.02 WIB, di mana posisi hilal dipastikan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia,” ucapnya, Jumat, 15 Mei 2026.

Lebih lanjut, Mulyadi memaparkan bahwa parameter hilal di Indonesia saat maghrib 17 Mei 2026 memiliki ketinggian antara 3,6 hingga 7,2 derajat dengan sudut elongasi berkisar 8,9 hingga 10,6 derajat. Angka-angka ini ditegaskan telah melampaui syarat minimal MABIMS, yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

“Dengan terpenuhinya kriteria tersebut, secara astronomis awal bulan Dzulhijjah 1447 H diperkirakan akan dimulai sejak waktu maghrib pada hari Minggu tersebut,” katanya, menambahkan.

Dari hasil hisab ini menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, yang kemudian diikuti oleh Hari Arafah (9 Dzulhijjah) pada Selasa, 26 Mei 2026. Puncaknya, Hari Raya Iduladha atau 10 Dzulhijjah 1447 H diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

“Pendekatan hisab astronomi ini merujuk pada standar visibilitas hilal yang disepakati oleh negara-negara anggota MABIMS, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” ujarnya.

Kendati demikian, prediksi astronomis sudah sangat terukur, Mulyadi tetap menekankan pentingnya menunggu ketetapan hukum dari otoritas terkait. Keputusan resmi pemerintah mengenai awal Dzulhijjah dan Iduladha tetap akan bergantung pada sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sidang tersebut nantinya akan mengintegrasikan hasil perhitungan hisab ini dengan pemantauan langsung atau rukyatul hilal di berbagai titik pengamatan di seluruh penjuru tanah air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....