Lalu Lintas Hewan Kurban di Suramadu tanpa Checkpoint
- 14 Mei 2026 10:46 WIB
- Sampang
Bangkalan – Sejak tahun lalu, pos pemeriksaan hewan di akses Suramadu resmi ditutup oleh pihak provinsi. Kondisi ini membuat lalu lintas hewan kurban melalui jalur darat tidak lagi diawasi secara ketat, sehingga pengurusan dokumen kesehatan sepenuhnya bergantung pada kesadaran masyarakat dan pengguna jasa.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan, Drh. Ali Makki, menjelaskan bahwa karantina di Petapan sudah tidak beroperasi. “Jadi sama halnya dari Sumenep ke Bangkalan maupun dari Madura ke Surabaya, tidak ada lagi checkpoint maupun karantina,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pembeli yang berorientasi ke musala atau masjid biasanya tetap meminta surat kesehatan hewan, sehingga peternak tetap mengurus dokumen. Pemerintah Kota Surabaya juga melakukan pemeriksaan kesejahteraan hewan di lapak penjualan, meski dokumen dari daerah asal tidak tersedia.
Ali Makki menambahkan, status penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur sudah menyebar ke seluruh daerah, sehingga tidak ada wilayah yang bebas. “Kami di dinas tidak punya kewenangan menghentikan di jalan, hanya bisa melayani pengurusan dokumen di titik-titik pelayanan agar tidak terjadi penumpukan,” jelasnya.
Sementara jalur laut dan udara masih memiliki pengawasan karantina yang lebih ketat. Pos karantina kini dipindahkan ke Tanjung Bumi, yang menjadi jalur laut menuju Kalimantan.
Di sisi lain, Pemilik Kandang Abdi Farm, Syahril Abdillah, menegaskan bahwa pengurusan dokumen kesehatan hewan kurban baru dilakukan setelah terjadi kesepakatan penjualan. “Kalau barang belum laku, kami tidak berani mengurus dokumen. Baru ketika ada deal penjualan, kami ajukan pengurusan. Selama ini kerja sama dengan petugas Dinas Peternakan Bangkalan sangat baik,” ujarnya.
Syahril menambahkan, meski pos pemeriksaan di Suramadu sudah tidak lagi dijaga, pihaknya tetap berkomitmen mengurus dokumen kesehatan. “Kami sadar bahwa sapi harus memiliki identitas untuk menghindari kriminalitas. Itu penting bagi kami,” tegasnya.
Setiap tahun, Abdi Farm menyiapkan sekitar 100 ekor sapi untuk kebutuhan kurban, dengan sebagian merupakan titipan petani sekitar. “Alhamdulillah, stok tetap stabil. Tahun ini sekitar 60 persen sudah terjual, kalau kurang kami tambah lagi,” jelasnya.
Dengan stok yang cukup dan kesadaran pengurusan dokumen, pemerintah bersama peternak berharap distribusi hewan kurban di Bangkalan berjalan lancar dan aman menjelang Idul Adha 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....