Madura Pulau Garam, Gagasan Museum Jadi Harapan Baru
- 13 Mei 2026 21:58 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Pulau Madura selama ini dikenal sebagai “Pulau Garam”, namun potensi besar tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan. Lulusan LPDP asal Sampang, Solehaatun Munawaroh, menilai garam bisa menjadi komoditas unggulan Madura jika dikelola dengan serius.
Ia bahkan menggagas ide pendirian museum garam sebagai pusat edukasi, penelitian, dan wisata yang dapat mengangkat citra Madura di tingkat nasional.
“Pulau Madura dikenal sebagai Pulau Garam, tapi ironisnya kita tidak punya museum garam. Padahal itu bisa jadi sarana edukasi, wisata, sekaligus pusat penelitian. Akademisi bisa berkontribusi di sana, masyarakat bisa belajar, dan nilai jual garam bisa meningkat,” ujarnya dalam dialog di studio RRI Sampang dalam program Indonesia Cerdas. Rabu, 13 Mei 2026.
Sebagai lulusan Magister Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada, Solehah meneliti manajemen risiko petani garam. Ia menemukan banyak hal yang perlu diperhatikan agar kualitas garam lokal bisa bersaing.
“Indonesia punya laut yang luas, tapi masih impor garam. Itu lucu sekali. Pemerintah perlu memberi pelatihan dan mendorong produk turunan garam, seperti garam spa atau kosmetik, agar nilai jualnya lebih tinggi,” jelasnya.
Selain fokus pada garam, Solehah juga ingin berkontribusi lewat pendidikan.
“Sebelum ini saya pernah mendirikan les Super Smart untuk anak-anak desa, bahkan saat pandemi saya mengajar adik-adik secara gratis. Ke depan saya ingin mendirikan pesantren perempuan, karena saya melihat suara perempuan di Madura masih terbatas akibat kuatnya budaya patriarki,” kata perempuan asal Kecamatan Robatal itu sembari mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....