Puskesmas Banyuanyar Berikan PMT Lokal untuk Ibu Hamil dan Balita
- 09 Mei 2026 05:54 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Puskesmas Banyuanyar terus berkomitmen dalam menekan angka masalah gizi di wilayahnya melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal. Program ini difokuskan sebagai langkah intervensi bagi balita dengan status gizi kurang serta ibu hamil yang mengalami masalah nutrisi.
Kepala Puskesmas Banyuanyar, dr. Lilik Suryani, melalui Nutritionist Rafif Helmi mengatakan bahwa program PMT ini secara garis besar terbagi menjadi dua kategori utama, yakni PMT Penyuluhan dan PMT Pemulihan.
“Ini adalah program rutin tahunan yang diberikan selama empat bulan dalam satu tahun untuk meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita, tahun ini telah berjalan sejak bulan Mei,” kata Rafif, Jumat 8 Mei 2026.
PMT yang diberikan berupa makanan siap saji dengan menu nasi lengkap maupun kudapan bernilai gizi tinggi. Kedua jenis menu ini dibagikan pada saat penyuluhan maupun secara khusus pada balita maupun ibu hamil yang memiliki target spesifik, yaitu balita dengan status gizi kurang, berat badan tidak naik, atau berat badan di bawah standar.
| Baca juga: Upaya Dinkes KB Sampang Hadapi DBD |
Selain balita, PMT Pemulihan juga menyasar ibu hamil yang mengalami masalah gizi. Sejak tahun 2022 Puskesmas Banyuanyar telah menerapkan inovasi PMT Lokal. Berbeda dengan bantuan makanan pabrikan, PMT ini menggunakan bahan dasar pangan lokal yang diolah sedemikian rupa untuk meningkatkan nilai gizinya.
"Kami benar-benar mencari pangan lokal dan berupaya mengungkit nilai gizinya untuk dijadikan PMT Pemulihan, antara lain daun kelor yang mudah di temukan di mana-mana dengan nilai gizi tinggi, ikan kembung hasil tangkapan nelayan juga jumlahnya banyak di Sampang, nilai gizinya lebih bagus dari ikan salmon," ujar Rafif, menambahkan.
Untuk memastikan keberhasilan program tersebut,, status gizi para penerima manfaat dipantau secara ketat setiap seminggu sekali. Apabila ditemukan faktor penghambat, tim medis akan segera mengonsultasikannya kepada dokter sesuai dengan gejala yang muncul.
"Dengan pengawasan rutin ini, diharapkan intervensi gizi dapat memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu hamil di wilayah Banyuanyar," katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....