Rutan Bangkalan dan BNNP Jatim Perkuat Sinergi Pencegahan Narkoba

  • 15 Apr 2026 11:44 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan - Rutan Kelas IIB Bangkalan memperketat pemeriksaan barang bawaan dan pengunjung, sementara BNNP Jawa Timur menegaskan komitmen untuk terus bekerjasama dengan lapas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sinergi ini dilakukan untuk menjaga keamanan rutan sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

BACA JUGA: Cegah Barang Teralarang Rutan Bangkalan Perketat Pemeriksaan

Kepala Rutan Kelas IIB Bangkalan, Budi Setyo Prabowo, menegaskan seluruh orang maupun barang yang masuk ke rutan wajib melalui pemeriksaan ketat sesuai standar operasional prosedur (SOP). Barang yang dinyatakan aman baru bisa dibawa masuk, sementara pengunjung, tamu, bahkan petugas pun harus menjalani pemeriksaan badan.

BACA JUGA: BNNP Jatim Fokus Edukasi Pencegahan Narkoba di Lapas

“Jika ada barang-barang terlarang yang dibawa masuk, maka dilakukan pemeriksaan menyeluruh hingga dipastikan aman. Setelah itu baru diperkenankan masuk ke rutan,” ujarnya dalam dialog interaktif di RRI Sampang, program Sanksi, Rabu (15/4/2026).

Budi menjelaskan, pemeriksaan dilakukan oleh petugas khusus yang ditunjuk untuk menggeledah barang bawaan maupun tubuh pengunjung. Barang berbahaya seperti senjata tajam tidak diperkenankan masuk, sementara makanan masih diperbolehkan dengan pengawasan ketat.

Selain pemeriksaan manual, teknologi juga dimanfaatkan untuk mendukung pengawasan. “Alhamdulillah, kita memasang CCTV di titik-titik rawan, baik di luar maupun di dalam rutan. Dengan begitu, aktivitas pengunjung maupun interaksi dengan warga binaan bisa terpantau secara langsung,” ucapnya.

Menurutnya, pemasangan CCTV dan alat deteksi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan serta mencegah peredaran narkoba di lingkungan rutan. “Dengan pengawasan ketat dan teknologi pendukung, kami memastikan rutan dalam kondisi aman dan terkendali,” kata Budi dengan nada optimis.

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan BNNP Jawa Timur, Teguh Sugiharto, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bekerjasama dengan lapas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Fokus utama diarahkan pada edukasi masyarakat agar tidak terjerumus, sementara bidang rehabilitasi tetap berjalan melalui koordinasi dengan lembaga pemasyarakatan.

“Kalau dulu ada program rehabilitasi di lapas, sekarang memang sudah tidak ada. Namun kami tetap bekerjasama dengan lapas, khususnya melalui undangan untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi,” ujarnya dalam dialog interaktif yang sama.

Teguh menambahkan, BNNP Jatim juga melakukan pemeriksaan rutin di lapas setiap tiga bulan. “Kami hadir untuk memastikan pengawasan berjalan baik, sekaligus memberikan sosialisasi kepada pegawai lapas, rutan, maupun warga binaan,” imbuhnya.

Dengan langkah ini, BNNP Jatim berharap sinergi dengan lapas dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari peredaran narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....