Ketegangan Global di Timur Tengah Mulai Berdampak pada Ekonomi Lokal di Madura

  • 08 Apr 2026 20:34 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berjarak ribuan kilometer mulai memiliki efek domino yang nyata hingga ke tingkat lokal di Madura.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Pembangunan UTM, Mohtar Rasyid mengatakan bahwa fenomena ini masuk ke ekonomi masyarakat melalui beberapa saluran transmisi utama.

Dalam pemaparannya, Mohtar menyebutkan ada empat saluran yang membawa dampak kejutan global ke ekonomi lokal yaitu Saluran Harga, Perdagangan, Keuangan dan Ekspektasi.

“Timur Tengah adalah pemasok utama sekitar seperlima pasokan BBM dunia. Gangguan di kawasan tersebut secara otomatis mengganggu stabilitas harga energi global. Meski harga BBM di Indonesia saat ini masih cenderung stabil berkat subsidi pemerintah, namun barang-barang lain yang tidak disubsidi mulai mengalami kenaikan harga,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.

Salah satu yang paling terdampak adalah produk-produk derivasi atau turunan minyak bumi, di antaranya plastik, kosmetik dan alat rumah tangga, hingga kenaikan kebutuhan pokok. Banyak warga terkejut dengan kenaikan harga plastik.

Sektor UMKM lokal mulai merasakan kenaikan biaya produksi akibat lonjakan harga plastik yang terpengaruh ketegangan global, di mana plastik merupakan produk derivasi atau turunan dari minyak bumi.

Secara teknis, dalam industri petrokimia, salah satu bahan baku utama pembuat plastik adalah Naphtha yang merupakan hasil penyulingan minyak mentah.

Selain plastik, bahan baku berbasis minyak juga mendominasi produk kecantikan dan peralatan harian, sehingga harganya sulit dihindari dari kenaikan.

Selain itu kenaikan biaya logistik dan operasional akibat fluktuasi energi secara tidak langsung juga mengerek harga komoditas pangan seperti cabai di pasar-pasar lokal.

"Minyak itu menguasai hampir seluruh hajat hidup kita, sehingga kenaikan harga-harga ini tidak bisa kita hindari," katanya, menambahkan.

Dalam kondisi ini, masyarakat sudah harus beradaptasi pada fluktuasi harga yang belum stabil dan memanfaatkan sumber daya substitusi atau pengganti agar tidak sepenuhnya tergantung pada rantai pasokan energi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....