Potensi Ekspor Nelayan Bangkalan Terancam Alat Trawl
- 08 Apr 2026 12:59 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan: Potensi besar hasil laut Bangkalan yang bernilai ekspor kini terancam oleh maraknya penggunaan alat tangkap trawl. Nelayan lokal yang berkomitmen menjaga ekosistem laut merasa pemerintah belum hadir memberikan perlindungan nyata, meski aturan larangan trawl sudah jelas.
BACA JUGA: BMKG Juanda Prediksi El Nino 2026 Lebih Panjang
Ketua Pokmaswas Amirul Bahri Arosbaya, Bilal Kurniawan, menuturkan aparat di lapangan tidak berani menindak pelanggaran.
“Undang-undangnya sudah ada, tapi kemauan belum tampak,” ujarnya. Akibatnya, nelayan sering harus menyelesaikan konflik sendiri, bahkan sampai menangkap pelaku trawl tanpa dukungan resmi.
BACA JUGA: BMKG Juanda Prediksi El Nino 2026 Tiga Bulan
Konflik antar-nelayan pun muncul, terutama dengan nelayan dari Gresik dan Lamongan. Gesekan ini memperlihatkan lemahnya pengawasan yang berpotensi menimbulkan perselisihan horizontal.
“Padahal, nelayan Bangkalan memiliki produk unggulan seperti rajungan, udang, dorang, cumi, dan tongkol yang siap masuk pasar ekspor,” ucapnya. Rabu, 8 April 2026.
Menurut Bilal, produk-produk tersebut bahkan tidak membutuhkan pengolahan khusus karena eksportir dan pengepul sudah siap menampung. Namun, ketersediaan hasil laut terancam oleh rusaknya ekosistem akibat penggunaan alat tangkap yang jelas dilarang tersebut.
“Kalau pemerintah hadir melindungi perairan, nelayan pasti lebih sejahtera,” tegas Bilal.
Nelayan lokal sejatinya sudah melakukan berbagai upaya menjaga ekosistem. Mereka membuat rumpon, apartemen ikan, hingga menanam mangrove untuk mendekatkan ikan ke perairan Bangkalan. Sayangnya, hasil dari usaha itu justru dipanen nelayan luar dengan trawl.
“Kami nelayan Bangkalan tidak menolak kehadiran nelayan luar. Silakan hadir, tapi gunakan alat tangkap yang sama. Kalau kami pasif, mari sama-sama pasif. Jangan kami pasif, mereka aktif,” ujarnya. Ketidakadilan ini dianggap sebagai bentuk pembiaran yang merusak keberlanjutan laut.
Bilal menambahkan, harapan nelayan sederhana pemerintah hadir dengan kepedulian nyata.
“Ketika alam kita jaga, maka alam juga akan menjaga kita,” kata Bilal. Pesan moral ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan nelayan hanya bisa terwujud jika laut tetap lestari dan aturan ditegakkan tanpa pandang bulu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....