Menghidupkan Perpustakaan: Dari Ruang Sunyi Menjadi Wadah Kreativitas Gen Z

  • 07 Apr 2026 18:25 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Perpustakaan sekolah kini dituntut untuk melakukan rebranding agar tetap relevan bagi Generasi Z yang memiliki karakter aktif dan interaktif. Auliyah Niswa, seorang Guru Bahasa Indonesia SMKN 1 Sampang menekankan bahwa kesan perpustakaan sebagai "ruang sunyi" yang penuh aturan seringkali membuat siswa merasa tidak nyaman.

“Padahal, perpustakaan memiliki potensi besar untuk menjadi "ruang bertumbuh" jika dikelola dengan pendekatan yang lebih dinamis, seperti menyediakan area diskusi dan fasilitas yang mendukung kebutuhan gaya hidup digital siswa,” ucapnya pada dialog interaktif RRI Sampang, Selasa, 7 April 2026.

Langkah nyata yang bisa diambil adalah dengan mengkombinasikan kenyamanan fisik dan akses informasi, mulai dari penyediaan Wi-Fi yang stabil hingga koleksi buku yang lebih variatif. Koleksi tidak boleh lagi terbatas pada buku pelajaran, tetapi juga harus mencakup novel populer, komik, hingga referensi keahlian yang relevan.

“Dengan menjadikan perpustakaan sebagai tempat "nongkrong" yang produktif, siswa akan merasa bahwa membaca bukanlah sebuah beban tugas, melainkan aktivitas yang menyenangkan,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, perpustakaan dapat difungsikan sebagai tempat mengekspresikan pemahaman literasi, misalnya melalui kegiatan pembuatan konten atau menceritakan kembali isi buku. Ketika siswa merasa karyanya dihargai dan mendapatkan ruang untuk berdiskusi secara terbuka, minat mereka untuk kembali ke perpustakaan akan tumbuh secara alami. Transformasi ini diharapkan mampu mengubah stigma perpustakaan dari gudang buku menjadi pusat inovasi bagi para siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....