PLN Tinjau Infrastruktur Transmisi dan Distribusi di Madura

  • 06 Apr 2026 00:02 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan - PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjamin ketersediaan pasokan listrik yang andal di Pulau Madura. Sebagai bentuk pengawasan strategis, Komisaris Independen PT PLN (Persero), Andi Arief, melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura, tepatnya di kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bangkalan pada Sabtu, 4 April 2026.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi infrastruktur kelistrikan serta memastikan langkah-langkah percepatan pembangunan infrastruktur strategis berjalan sesuai rencana demi mengantisipasi pertumbuhan beban di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Arief menggarisbawahi pentingnya akselerasi pembangunan infrastruktur di Madura. Hal ini didasari oleh kondisi jalur SUTT dari Gardu Induk (GI) Bangkalan menuju GI Sampang yang saat ini mengalami beban tinggi (overload).

"Akselerasi pembangunan infrastruktur di Madura menjadi perhatian serius untuk memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga. Kita perlu bergerak cepat dalam penguatan jaringan transmisi maupun distribusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima," ujar Andi Arief.

Sejumlah poin strategis yang menjadi fokus percepatan antara lain Pembangunan SUTT sisi Utara Madura beserta dua Gardu Induk baru, yakni GI Tanjung Bumi dan GI Batu Marmar; Evakuasi daya GI Sampang melalui pembangunan dua penyulang baru; serta Penyediaan PLTMG Sewa di Saronggi untuk menambah kapasitas pasokan secara cepat.

Menanggapi tantangan iklim El Nino 2026, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur juga telah menyiagakan 25 unit genset mobile yang tersebar di seluruh wilayah Madura sebagai langkah mitigasi apabila terjadi lonjakan beban selama musim kemarau panjang.

Manager PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, yang mendampingi kunjungan tersebut, menyatakan kesiapan timnya dalam menjalankan instruksi dari pusat. Ia menekankan bahwa segala upaya teknis yang dilakukan bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan di Pulau Garam.

"Bagi kami di lapangan, yang utama adalah bagaimana warga Madura bisa menikmati listrik dengan tenang tanpa kendala. Kalau listriknya andal dan pelayanan oke, tentu kepercayaan pelanggan meningkat yang nantinya berdampak positif bagi kinerja perusahaan," kata Fahmi.

Selain penguatan fisik, PLN juga mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan melalui grup komunikasi digital yang menjangkau hingga tingkat RT dan kepala daerah. Langkah ini diambil untuk mempercepat respons terhadap gangguan di lapangan dan memastikan energi PLN senantiasa hadir membawa kebahagiaan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....