Kunjungi Sampang, Mensos Gandeng Ulama untuk Bansos Tepat Sasaran

  • 05 Apr 2026 18:06 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melakukan kunjungan ke kediaman Rois Syuriah PCNU Kabupaten Sampang, KH. Syafiuddin Abdul Wahid, di Pondok Pesantren Darul Ulum I Gersempal, Sabtu 4 April 2026. Dalam kesempatan ini, Mensos menggandeng para ulama dan kiai sebagai mitra strategis untuk mengawal agar bantuan pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

Gus Ipul mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh bekerja dalam "ruang hampa". Ia mengakui adanya keterbatasan negara dalam memantau realitas sosial yang sangat dinamis tanpa bantuan tokoh agama yang bersentuhan langsung dengan warga.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh mata dan telinga para kiai agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Tanpa keterlibatan aktif para Ulama yang mengetahui kondisi akar rumput, program Bansos berisiko meleset dari tujuan semula,” tutur Gus Ipul.

Pertemuan ini tidak hanya dihadiri oleh tokoh setempat, tetapi juga pengurus PCNU dari empat kabupaten se-Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep). Turut hadir dalam silaturrahmi jajaran Forkopimcam Kapolsek Omben Iptu Sujinarto dan Danramil Omben Lettu Inf Murakib.

Mensos menekankan bahwa isu kemiskinan di Madura memerlukan penanganan yang terintegrasi, bukan parsial. Melalui forum ini, ia membangun sebuah orkestrasi kolektif dengan memfungsikan jaringan Nahdlatul Ulama bukan hanya sebagai kekuatan moral (moral force), tetapi juga mitra kontrol sosial yang konkret di lapangan.

Sinergi ini diharapkan dapat membantu validasi data kemiskinan dan memantau distribusi bantuan di tingkat akar rumput, sehingga efektivitas program kementerian benar-benar teruji secara nyata.

KH. Syafiuddin Abdul Wahid mengapresiasi langkah progresif Gus Ipul yang turun langsung menyerap realitas di Madura. Rais Syuriah PCNU Sampang ini menyatakan kesiapannya mengawal program pemerintah selama berorientasi pada kemaslahatan umat.

“Kami siap mengawal. Sinergi ini harus dijaga agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara langsung, bukan hanya bagus di atas kertas atau laporan administratif saja,” ucap KH. Syafiuddin.

Selain isu kemiskinan, pertemuan ini juga menyinggung pentingnya stabilitas keamanan sebagai fondasi penguatan sosial. Pertemuan ditutup dengan agenda besar memastikan seluruh jaringan sosial kementerian bekerja efektif dan menyentuh lapisan masyarakat terbawah di Pulau Madura melalui sinergi erat bersama para kiai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....