Eskalasi Timur Tengah, KemenP2MI Perkuat Pemantauan Pekerja Migran Indonesia
- 03 Apr 2026 20:14 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Pamekasan - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) telah mengaktifkan manajemen krisis dan membentuk tim krisis monitoring geopolitik di kawasan Timur Tengah setelah terjadinya perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Koordinator Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Pamekasan, Rendra Infan Kurnianto mengatakan KemenP2MI juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran dan di negara terdekat di kawasan Timur Tengah.
Menurut Rendra, langkah tersebut untuk memantau data dan kondisi PMI di Timur Tengah, khususnya di wilayah konflik, guna memastikan keamanan dan keselamatan mereka.
Ia menyampaikan, pihaknya juga membuka layanan konseling secara daring untuk mengantisipasi dampak trauma yang dialami PMI di kawasan Tengah akibat eskalasi konflik.
"Kami membuka pusat panggilan khusus untuk melakukan konseling psikologis serta pengaduan apabila memang merasa keselamatannya sudah tidak terkendali sehingga akan dibantu untuk proses pemulangan ke Indonesia," ucapnya, Jumat, 3 April 2026.
Dia menyebut, selama lima tahun terkakhir, tercatat ada 2.911 PMI asal Madura yang berangkat secara resmi ke wilayah Timur Tengah. Mereka tersebar di Arab Saudi, Turki dan Uni Emirat Arab. Rata-rata bekerja di sektor formal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....