Produk Beras Lokal Sampang Terkendala Standar Premium

  • 28 Mar 2026 23:08 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sampang berharap produk beras lokal dapat terserap dalam program penyediaan pangan, namun masih terkendala persyaratan standar beras premium di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sampang, Suyono, mengatakan pihaknya sangat berharap hasil pertanian lokal bisa diakomodasi dalam kebutuhan pangan skala besar.

"Kami sangat berharap produk beras lokal ini bisa masuk dan diakomodasi, tetapi memang persyaratannya harus beras premium," ujar Suyono, Sabtu 28 Maret 2026.

Ia menjelaskan, kondisi di Sampang saat ini didominasi produksi beras medium, sementara beras premium jumlahnya masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara maksimal.

"Kalau di Sampang, beras premium itu tidak banyak, yang ada justru beras medium yang diproduksi masyarakat," ucapnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus melakukan upaya stabilisasi harga dan pasokan beras melalui program gerakan pangan murah yang melibatkan berbagai pihak.

"Kami melaksanakan gerakan pangan murah bekerja sama dengan Bulog, PT Wilmar, dan kelompok tani, agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau," katanya.

Dalam program tersebut, beras SPHP dijual dengan harga sekitar Rp12.500 per kilogram untuk membantu masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar.

"Harapannya masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau meskipun kondisi harga saat ini mengalami perubahan," imbuhnya.

Selain beras, pemerintah juga melibatkan produk pangan lokal lainnya seperti telur dan hasil pertanian lain dalam kegiatan tersebut guna memperkuat peran ekonomi masyarakat.

"Ke depan, kami ingin produk lokal semakin dikenal dan dimanfaatkan, sehingga kebutuhan pangan tidak selalu bergantung dari luar daerah," ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....