Menjemput Kemuliaan dengan Meninggalkan Hinanya Maksiat
- 26 Feb 2026 07:22 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Dalam sebuah tausiyah Mutiara Pagi RRI Sampang, Imam Makki selaku anggota LDNU PCNU Kabupaten Sampang menyampaikan pesan mendalam mengenai kedahsyatan taat kepada Allah SWT. Mengutip hadis Baginda Nabi Muhammad SAW, dijelaskan bahwa barang siapa yang bersedia keluar dari hinanya maksiat menuju mulianya ketaatan, maka Allah akan memberikan kecukupan kepadanya tanpa ketergantungan pada harta.
“Hakikat kecukupan ini adalah ketenangan jiwa, di mana Allah menjamin kebutuhan hidup seseorang, seperti pangan dan kendaraan. selalu tersedia pada waktunya, sekaligus menghindarkan mereka dari kehinaan dunia akibat memperturutkan hawa nafsu,” jelasnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Ketaatan juga mendatangkan kekuatan luar biasa yang melampaui logika manusia, sebagaimana Allah menjanjikan penguatan tanpa bantuan tentara fisik. Hal ini berkaca pada peristiwa Perang Badar, di mana pasukan Muslim yang berjumlah sedikit mampu menumbangkan ribuan musuh karena pertolongan langsung dari Allah melalui malaikat-Nya.
“Pesan ini menekankan bahwa seorang profesional sekalipun, baik itu dokter, dosen, maupun pemuka agama, akan jatuh ke derajat yang paling rendah jika terjerumus dalam kemaksiatan seperti pencabulan atau narkotika. Sebaliknya, mereka yang istiqomah dalam taat akan diberikan kewibawaan dan pertolongan langsung dari sisi Allah dalam menghadapi setiap musuh,” tutupnya.
Lebih lanjut, janji Allah bagi hamba yang bertaqwa adalah pemberian jalan keluar dari setiap kesulitan hidup yang menghimpit. Sesuai dengan janji dalam Al-Qur'an, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya sendirian saat berada dalam titik terendah atau menghadapi masalah yang seolah buntu.
Definisi taqwa yang sederhana namun berat pelaksanaannya yakni menjalankan perintah dan menjauhi larangan menjadi kunci utama bagi seseorang untuk mendapatkan pembelaan langsung dari Sang Pencipta dalam setiap urusan, baik masalah keluarga maupun problematika sosial lainnya.
Sebagai pelengkap indahnya ketaatan, Allah menjanjikan datangnya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (min haitsu la yahtasib). Hal ini digambarkan secara sederhana seperti keinginan hati yang tiba-tiba terpenuhi melalui perantara orang lain tanpa direncanakan sebelumnya.
Menutup tausiyah tersebut, Imam Makki mengingatkan kembali bahwa pilihan ada di tangan setiap insan yakni tetap berkubang dalam maksiat yang menghinakan, atau bergegas menuju ketaatan yang memuliakan. Semoga pesan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri demi meraih ridha Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....