Awal Ramadan Bisa Beda, Kemenag Pamekasan: Tidak Masalah
- 16 Feb 2026 10:41 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Pamekasan - Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pamekasan, Aziz Ashari mengatakan keputusan ini ditetapkan berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
"Kita lebih awal dari pemerintah Indonesia karena patokan yang digunakan adalah hisab dengan menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal untuk umat Islam," ucapnya, Senin, 16 Februari 2026.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Pamekasan, Mawardi menyatakan bahwa pemerintah masih menunggu hasil rukyatul hilal untuk menetapkan awal Ramadan 2026.
Menurut Mawardi, pemantauan hilal akan dilaksanakan secara serentak di beberapa titik di Indonesia pada Selasa, 17 Februari 2026, salah satunya di Observatorium Jokotole, Universitas Islam Negeri (UIN) Madura.
"Kalau pemerintah menunggu hasil rukyatul hilal untuk menetapkan awal Ramadan," ujarnya.
Ia menambahkan masyarakat perlu menyikapi potensi perbedaan penetapan awal Ramadan dengan sikap saling menghormati dan memahami.
"Perbedaan itu memang terbuka, karena cara yang digunakan juga berbeda. Tidak masalah apabila ada perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah dengan beberapa organisasi masyarakat, karena itu juga dibenarkan secara syar'i atau pun hukum lainnya," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....