Kader PDIP Pamekasan Hadir untuk Wong Cilik
- 06 Feb 2026 01:46 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Pamekasan - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ansari, menegaskan pentingnya menjaga ideologi partai dan memperkuat keberpihakan kepada wong cilik melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam acara Ngaji Politik yang dirangkaikan dengan penjaringan Ketua PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Pamekasan, Selasa, 3 Februari 2026.
Ansari menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan, Mas Taufadi, yang disebutnya sebagai sosok yang selama ini memberi motivasi dan dukungan hingga dirinya dapat mengemban amanah sebagai anggota DPR RI.
“Kalau bukan karena motivasi, dukungan, dan izin beliau, mungkin saya tidak akan sampai menjadi anggota DPR RI. Ini bentuk ketaatan saya sebagai istri sekaligus kader partai,” ujar Ansari.
Ia menilai penjaringan Ketua PAC bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum strategis untuk melahirkan regenerasi kepemimpinan partai yang berkualitas, berintegritas, dan setia pada ideologi PDI Perjuangan.
“Penjaringan ini harus melahirkan kader-kader yang tangguh, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan benar-benar bekerja di tengah rakyat, bukan hanya sekadar mencantumkan nama lalu menghilang,” katanya.
Ansari menekankan bahwa PDI Perjuangan lahir dari ideologi Marhaenisme, yang berpihak pada rakyat kecil. Ia mengingatkan bahwa partai harus senantiasa hadir untuk masyarakat kecil sebagaimana ajaran Bung Karno.
“Kita lahir dari Marhaenisme. Dari rakyat kecil, oleh rakyat kecil, dan untuk rakyat kecil. Karena itu, kader PDI Perjuangan harus benar-benar bersama wong cilik,” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk memiliki semangat baru dan kesiapan menjadi ujung tombak perjuangan partai, bekerja secara konsisten di tengah masyarakat, serta bergotong royong mempercepat kemajuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Ansari turut memaparkan perannya sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan keagamaan, sosial, kebencanaan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta pengelolaan zakat dan wakaf.
Ia membuka ruang bagi masyarakat dan kader PDI Perjuangan di Pamekasan untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang berkaitan dengan bidang tersebut.
“Kalau ada permasalahan di bidang keagamaan, sosial, kebencanaan, atau haji, silakan disampaikan kepada kami. Itu bagian dari tugas kami memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujarnya.
Acara Ngaji Politik tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan, pengurus PAC dan ranting, anggota DPRD, serta kader PDI Perjuangan se-Kabupaten Pamekasan. Forum tersebut menjadi bagian dari konsolidasi ideologis dan organisatoris partai dalam memperkuat kerja-kerja kerakyatan menjelang agenda politik ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....