Napak Tilas Pendirian NU, Ribuan Jemaah Berjalan Kaki
- 04 Jan 2026 11:16 WIB
- Sampang
KBRN, Bangkalan: Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti napak tilas isyaroh pendirian Nahdlatul Ulama (NU), perjalanan dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan menuju Pelabuhan Kamal dengan berjalan kaki. Minggu (4/1/2026)
Kemudian menyeberang menggunakan kapal ferry ke Tanjung Perak Surabaya. Rombongan melanjutkan perjalanan ke Makam Sunan Ampel, kantor PCNU Bubutan sebagai kantor NU pertama, hingga ke Stasiun Gubeng untuk menuju Jombang.
BACA JUGA: Seribu Peserta Napak Tilas NU Siap Menuju Jombang
Dzurriyah Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan, KH Imam Buchori Cholil, menjelaskan jumlah peserta dibatasi seribu orang. Mereka mengiringi KH Azaim Ibrohimi, cucu Kiai As’ad Samsul Arifin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.

“Peserta yang ikut napak tilas ini dibatasi seribu orang. Mereka berjalan kaki menuju Pelabuhan Kamal, kemudian menyeberang menggunakan kapal hingga ke Tanjung Perak. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Makam Sunan Ampel, lalu menuju kantor PCNU Bubutan sebagai kantor NU pertama. Dari sana rombongan menuju Stasiun Gubeng untuk naik kereta ke Jombang, dan dari stasiun Jombang akan kembali berjalan kaki,” ungkap KH Imam Buchori Cholil.
Ra Imam yang juga cicit dari Syaikhona Kholil Bangkalan menambahkan, sekitar pukul 18.00 WIB, peserta dijadwalkan tiba di Jombang dan akan disambut Bupati di Pendopo bersama para masyayikh.
“Selanjutnya, rombongan berjalan kaki ke Pondok Pesantren Tebuireng untuk menyerahkan tongkat dan tasbih kepada pengasuh pondok, dilanjutkan tahlil serta doa bersama di maqbarah Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari,” ucapnya.
Sementara itu, H. Abdul Halim, Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur yang juga alumni serta Dewan Penasehat IKSASS Surabaya, menyampaikan kegiatan ini bukan hanya ritual, tetapi juga bagian dari sejarah peradaban NU dan bangsa.
“Ini adalah sejarah peradaban dunia, bagaimana meneguhkan kembali pendirian Jami’ah Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah, kegiatan ini terjaga dengan baik. Napak tilas ini bukan hanya untuk warga Madura, tetapi dibuka secara umum. Karena itu peserta dibatasi seribu orang agar lebih tertib,” jelas Abdul Halim.
Terpisah, salah seorang peserta asal Banyuwangi, Imam Bahrudi, menyampaikan persiapan matang dilakukan rombongan Iksas Subrayon Banyuwangi menjelang keberangkatan.
“Latihan fisik sudah dilakukan sejak 30 hari sebelumnya bersama teman-teman. Alhamdulillah cek kesehatan normal, semua siap berangkat besok,” ujarnya.
Selain persiapan fisik, rombongan juga membawa perlengkapan kesehatan untuk mendukung perjalanan. Semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama mereka.
“Semoga kita diberi kesehatan sampai ke Jombang,” tambahnya penuh harapan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....