Glokalisasi Madura: Dari Kampus UTM Menuju Panggung Dunia

  • 22 Des 2025 21:27 WIB
  •  Sampang

KBRN, Bangkalan: Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengeglar Kongres Budaya Madura bertema “Glokalisasi Madura, Mengakar di Madura Berdampak untuk Dunia” sekaligus peresmian Museum Budaya Madura yang berlangsung di gedung pertemuan RP Mohmaad Noer kampus setempat. Senin (22/12/2025)

Kegiatan dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Fadli Zon, budayawan nasional, akademisi, seniman, serta pemerintah daerah.

BACA JUGA: Menteri Kebudayaan Resmikan Museum Budaya Madura di UTM

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, menegaskan pentingnya literasi budaya sebagai upaya mengenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Madura.

Ia juga mengapresiasi langkah UTM mendirikan Museum Budaya Madura sebagai inisiatif awal yang perlu terus dikembangkan.

BACA JUGA: Budayawan Nasional Apresiasi Peresmian Museum Budaya Madura

“Yang paling penting adalah inisiatif dan langkah pertama. Saya apresiasi Pak Rektor, karena dari yang ada sudah tergambar kekayaan budaya Madura. Semoga ke depan makin banyak koleksi dan ekspresi budaya yang bisa ditampilkan,” tambahnya.

BACA JUGA: Raja Nusantara Teken Dukungan Gelar Pahlawan Nasional Trunojoyo

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melestarikan budaya Madura meski dengan keterbatasan ruang dan koleksi.

“Kalau bukan lembaga pendidikan dan pemerintah daerah yang ikut bertanggung jawab, siapa lagi. Walaupun ruangannya masih terbatas, yang penting inisiatifnya dulu. Ke depan akan kita kembangkan, baik dari segi ruangan maupun koleksi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dukungan masyarakat sangat luar biasa.

“Alhamdulillah banyak budayawan yang dengan sukarela menghibahkan karya budaya, mulai dari lukisan hingga barang-barang bersejarah. Itu luar biasa, sambutan masyarakat sangat positif,” katanya.

Sementara itu, Budayawan nasional asal Sumenep, D. Zawawi Imron, menekankan bahwa kongres budaya harus ditindaklanjuti dengan kerja nyata agar tidak sekadar menjadi acara seremonial.

“Yang tidak ada manfaatnya itu kita bikin kongres, bikin acara, tapi tidak ditindaklanjuti. Agar tidak sia-sia, apa yang kita bicarakan sekarang harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata. Karena ini milik bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan dukungan penuh terhadap keberadaan Museum Budaya Madura.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi inisiatif UTM. Museum ini bisa menjadi pusat literasi budaya Madura,” ujarnya.

Dikesmepatan yang saman, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama.

“Sejauh ini apapun langkah Madura ke ruang global, akar budaya harus tetap menjadi pijakan. Mari kita perkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk menjaga serta memajukan kebudayaan sebagai jati diri bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Kongres Budaya Madura dan peresmian museum.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Bangkalan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Semoga Kongres Budaya Madura melahirkan gagasan strategis dan Museum Budaya Madura menjadi mercusuar peradaban bagi Madura, Indonesia, dan dunia,” ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....