Ini Penyebab Rantai Keteng Motor Rusak

  • 02 Okt 2025 06:30 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: Rantai keteng adalah komponen mesin motor yang menghubungkan kruk as ke noken as untuk menyelaraskan gerakan katup. Fungsi utamanya adalah mengatur waktu buka-tutup klep mesin agar pembakaran sempurna. 

Kerusakan rantai keteng dapat dengan suara gemeretak, tarikan mesin terasa berat, bahkan mogok yang bisa berdampak fatal jika dibiarkan.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab kerusakan pada rantai keteng: 

1. Usia Rantai yang Sudah Lama

Setiap komponen kendaraan selalu memiliki masa pakai. Masa pakainya pendek ada juga yang panjang. Khusus rantai keteng, memiliki masa pakai yang cukup lama yaitu 5 tahun. 

Masa pakai ini tidak jauh berbeda dengan rantai motor. Kerusakan akibat masa pakai ini bisa dikarenakan komponen yang memuai kemudian menyusut terus menerus. 

2. Melemahnya Tensioner 

Apabila kendaraan termasuk usianya masih baru, maka penyebab rantai keteng kendor bisa juga dikarenakan melemahnya tensioner. Tensioner adalah komponen yang mengatur ketegangan pada rantai keteng. 

Teknisi akan mengecek bagian tensioner ini untuk bisa mengatur ketegangan rantai secara ulang. Namun jika setelah disetel ternyata rantai tetap kendor, bisa jadi tensioner harus diganti dengan yang baru. 

3. Jarang Ganti Oli 

Jarang ganti oli serta sering molor untuk servis motor sehingga motor yang jarang diganti olinya juga bisa mempengaruhi kinerja rantai keteng. Padahal kinerja rantai akan jauh lebih baik jika terdapat pelumas. 

Tanpa oli yang berkualitas baik, rantai keteng akan bekerja terlalu keras dan mempercepat keausan. Bahkan bukan hanya rantai keteng saja yang rusak, piston juga berpotensi rusak berat. 

Padahal penggantian oli motor tidaklah sulit dan bisa dilakukan di bengkel resmi terdekat. Hanya perlu menggantinya setiap 2.000 hingga 3.000 km. Jika tidak ingin komponen motor cepat rusak, Anda perlu rutin mengganti oli. 

4. Cara Berkendara yang Kasar

Penyebab lainnya juga bisa berasal dari cara berkendara selama ini. Gaya berkendara yang kasar seperti sering geber-geber gas sebenarnya dilarang dilakukan. 

Pada saat menarik gas mendadak dan terus menerus maka rantai keteng dipaksa bekerja keras. Perputaran yang terlalu cepat dan mendadak ini akan membuat rantai menjadi kendor. 

Bukan hanya itu saja, sering kasar menggunakan kendaraan, kerusakan pada bagian pembakaran juga tidak bisa dihindari. Padahal untuk mencegah kerusakan, Anda hanya perlu menarik gas secara perlahan saja.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....